Agar Jalan Tol Membuat Klaten Semakin Bersinar

Agar Jalan Tol Membuat Klaten Semakin Bersinar
info gambar utama

Rencana pembangunan tol Yogya-Solo akan berdampak ke sejumlah kecamatan di Klaten, karena bakal dilalui proyek pembangunan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengatakan setidaknya ada 300 hektar lahan akan dibebaskan tahun ini.

300 hektar lahan tersebut tersebar di tujuh kecamatan, antara lain Tulung, Polanharjo, Ngawen, Klaten Utara, Kebonarum, Karangnongko, dan Prambanan. Dilansir dari Sorot Klaten, Menurut roadmap proyek pembangunan ada satu titik jalan tol yang keluar lewat Klaten.

“Di jalur yang melintasi Klaten ada satu exit tol, itu kemungkinan berada di desa Tempursari, kecamatan Ngawen. Jadi untuk exit tol ini masih kita kaji lagi nanti seperti apa, yang jelas lokasinya di sana,” terang bupati Klaten, Sri Mulyani.

Proyek pembangunan jalan-tol Yogya-Solo akan dimulai tahun 2020. Tahap pertama adalah pembebasan lahan untuk jalur lintas provinsi, yang dilakukan tahun 2019. Sri Mulyani juga berharap pembebasan lahan harganya sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

“Tentunya tol ini ada pro-kontra, maka saya ingin masyarakat Klaten bisa mendukung program nasional. Saya harap pada tahun ini pembebasan lahan harganya bisa sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu Sri Mulyani juga menekankan bahwa jangan sampai kabupaten yang memiliki slogan Klaten Bersinar ini hanya menjadi kota lintasan saja. Dengan adanya jalan tol, Klaten juga harus bisa mendapat manfaat terutama di sektor perekonomian.

Salah satu caranya dengan membangun rest area, yang menjajakan produk-produk kerajinan khas Klaten. Rencananya rest area ini akan dibangun di dua titik, yakni pintu keluar tol dan di kelurahan Gergunung, Klaten Utara.

“Jangan sampai dengan adanya jalan tol kita jadi kota lintasan. Nah bagaimana cara kita mencuri manfaatnya, yakni nanti akan membangun kota mandiri yang isinya adalah rest area. Nanti kita pamerkan hasil produk dan kerajinan di sana,” pungkasnya.

Sumber: Sorot Klaten

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini