Bersama Dua Coffee, Mengenalkan Kopi Nusantara di Amerika

Bersama Dua Coffee, Mengenalkan Kopi Nusantara di Amerika

Suasana pagi hari di Dua Coffee Cipete, Jakarta Selatan © Aditya Jaya/GNFI

Impian Omar Karim Prawiranegara dan Rinaldi Nurpratama mulai terwujud. Dua orang yang mendirikan kedai kopi Dua Coffee di Cipete, Jakarta Selatan, ini tak lama lagi akan meresmikan cabang baru. Tak tanggung-tanggung, destinasi yang dituju adalah: Amerika Serikat!

Di Negeri Paman Sam, Dua Coffee akan berdiri tegap di ibu kota negara, Washington DC, dan jaraknya hanya dua blok dari White House. Jadi bisa dibilang, Dua Coffee adalah kedai kopi pertama yang from capital to capital dari Indonesia ke Amerika.

Beberapa waktu lalu GNFI mendapat kesempatan berkunjung langsung ke Dua Coffee di Cipete. Kami disambut dengan sangat ramah oleh Omar, selaku co-owner kedai kopi yang telah berusia tiga tahun ini.

Suasana tenang dan asri langsung terpancar saat memasuki ruangan utama Dua Coffee. Di sebelah kanan terdapat tempat pemesanan, yang menampilkan menu-menu serta harga yang sangat terjangkau. Kemudian di sebelah kiri terdapat smoking room yang sangat luas.

Akan tetapi karena lambung saya tidak kuat menampung kopi, saya pun memesan menu non-kopi. Ice Lychee Tea yang saya pilih, dan termasuk salah satu menu andalan non-kopi di sana.

Dengan kemeja berwarna cerah, Omar langsung menyambut kami dan mempersilakan duduk. Sambil menunggu pesanan datang kami pun berbincang tentang ide awal Dua Coffee membuka cabang di Amerika, dan inovasi-inovasi apa yang akan diterapkan di sana.

Omar menuturkan bahwa rencana membuka cabang di AS bermula saat pameran New York Travel Fair, Februari 2018. Dua Coffee saat itu diundang oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), untuk membuka support booth tentang kopi di acara New York Times tersebut.

Tak disangka, booth Dua Coffee langsung kebanjiran pengunjung selama tiga hari beruntun! Omar mengaku selama partisipasi Dua Coffee di sana terjual hampir 1.500 cups.

“Antriannya sampai nguler ke booth-booth lain. Sampai hari ketiga nggak plan (rencana) buat jual biji kopi, tapi banyak yang tanya boleh nggak dibeli? Akhirnya Kemenpar mengizinkan nggak apa-apa jual aja, dan akhirnya kita ecer,” ungkapnya sembari mengingat kembali momen indah itu.

Interior Dua Coffee di Cipete, Jakarta Selatan | Foto: Aditya Jaya/GNFI

Merajut mimpi bersama kopi

Respon positif yang didapat saat pameran New York Travel Fair membuat Omar dan Aldi berpikir, bahwa mereka punya kesempatan melebarkan sayap bisnisnya sampai Amerika. Akhirnya, dicetuskan ide untuk membuka cabang Dua Coffee di sana, lengkap beserta kopi-kopi terbaik dari Nusantara.

Riset pun langsung dilakukan. Menurut pengamatan Omar, kebiasaan orang Amerika adalah datang jam 7 pagi untuk membeli kopi, kemudian di siang hari beli kopi lagi saat makan siang, dan sore harinya juga beli kopi lagi.

Habit-nya orang sana gitu. Malamnya mereka baru nge-bir,” beber Omar, yang merupakan lulusan Universitas Padjajaran, Bandung.

Kebiasaan orang Amerika ini juga mempengaruhi bentuk kedai kopi di sana. Berbeda dengan di Indonesia yang “wajib” memiliki smoking room dan atau WiFi, kedai kopi di Amerika lebih ditujukan untuk sistem grab and go, atau pesan, berdiri sebentar, lalu dibawa jalan.

“Kecuali kalau di daerah kampus. Di area itu ada juga kedai kopi yang pakai WiFi, bisa laptop-an, buat ngerjain tugas,” imbuhnya.

Sistem grab and go di kedai-kedai kopi Amerika ini juga turut melandasi keputusan Omar dan Aldi dalam memilih tempat. Dibantu oleh local partner mereka di sana, didapatlah sebuah tempat yang bisa menampung 25 seats di dalamnya, dan hanya berisi kopi dan pastry saja.

View this post on Instagram

From Cipete to DC #rumahkedua

A post shared by Omar Karim Prawiranegara (@omar.k.prawiranegara) on

Tidak perlu smoking room, karena bagi para pengunjung yang hendak menikmati kopi sambil merokok, bisa melakukannya di luar kedai dekat area pejalan kaki (pedestrian).

Untuk periode awal operasional Dua Coffee cabang Amerika, Omar mematok target 200 pembeli per hari. Dengan target ini omzet ratusan juta bisa diraup dalam sebulan, dan sangat menguntungkan untuk menjadi ladang bisnis baru. Kemudian ke depannya target akan dinaikkan lagi jadi 500 pembeli per hari, sesuai rata-rata jumlah kedatangan orang per kedai kopi di Amerika.

“Mimpinya ada (cabang) di beberapa negara bagian. Pertama dari Jakarta ke DC, from capital to capital. Sebenarnya di LA (Los Angeles) ada 2-3 kedai kopi yang dimiliki orang Indonesia, dan di DC juga ada tapi cuma roaster. Jadi bisa dibilang kita adalah yang pertama melakukannya dari Jakarta,”

Inovasi dan promosi

Seperti yang tertera di artikel sebelumnya, Dua Coffee akan membawa tema Nusantara ke Amerika. Mulai dari biji kopinya, interior, cangkir kopi, sampai makanan ringan. Snack asli Indonesia yang bakal dijajakan Dua Coffee cabang Amerika seperti lemper, arem-arem, dan lapis Surabaya. Jajanan khas Indonesia ini diperoleh berkat kerja sama dengan vendor makanan Indonesia di sana.

Kemudian untuk cangkirnya, Dua Coffee akan memakai keramik bermotif megamendung khas Cirebon. Ada dua alasa terkait dipilihnya motif ini, pertama karena megamendung Cirebon menyimpan banyak cerita dan kebetulan penduduk Amerika suka cerita di balik suatu produk, dan yang kedua untuk membantu Kementerian Perdagangan yang memiliki program ekspor kopi, keramik, dan stainless steel di 2019.

Lalu bagaimana dengan biji kopinya? Dari porsi 60% untuk biji kopi Indonesia, Dua Coffee akan membawa biji kopi dari Java Ciwidey, Cimulek, Sumatra, Gayo, dan Flores. Kemudian untuk 40% biji kopi lainnya terdiri dari biji kopi Kolombia, Ethiopia, dan Brasil.

Komposisi 60-40 ini sengaja dipilih untuk memperkenalkan secara perlahan cita rasa kopi khas Indonesia, ke lidah pencinta kopi di Amerika yang sudah terbiasa dengan kopi dari Kolombia, Ethiopia, atau Brasil.

Nuansa damai dan tenang di Dua Coffee | Foto: Aditya Jaya/GNFI

Menariknya, agar kopi-kopi non-Indonesia tidak berbalik mendominasi kopi dari Indonesia, Dua Coffee bakal melakukan penawaran unik. Di minggu pertama buka, Dua Coffee akan menawarkan tester kopi-kopi Indonesia, dan mengadakan program Pay as You Like atau bayar seikhlasnya.

“Konsepnya adalah menawarkan kopi Indonesia melalui ciri khas orang Indonesia yang ramah,” terang Omar.

Untuk memperluas jangkauan produk, Dua Coffee juga akan merangkul Uber Eats dan DoorDash, dua jasa layanan antar makanan online, layaknya GoFood dan GrabFood di Indonesia.

Omar menargetkan akhir bulan ini atau minggu keempat Februari, Dua Coffee akan memulai kiprahnya sebagai kedai kopi Indonesia pertama di ibu kota Amerika. Namun Omar belum bisa memastikan tanggalnya, karena masih menunggu perizinan dari pemerintah setempat.

“Setelat-telatnya minggu pertama Maret,” pungkas Omar.

Sukses terus, Dua Coffee! Bawalah kopi Indonesia berjaya di Amerika!***

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Si Imut Kukang dan Tujuh Fakta Uniknya Sebelummnya

Si Imut Kukang dan Tujuh Fakta Uniknya

Aplikasi Ini Ciptakan Pengalaman Belajar Seperti Bermain Game Selanjutnya

Aplikasi Ini Ciptakan Pengalaman Belajar Seperti Bermain Game

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.