Belajar Matematika Lewat Desain Baju

Belajar Matematika Lewat Desain Baju

Ilustrasi belajar di sekolah © Ben Mullins/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Seorang guru di SD 001 Balikpapan membuat inovasi dalam mata pelajaran matematika.
  • Beliau menerapkan desain baju sebagai medium pembelajaran, agar siswa tertarik mempelajarinya.
  • Inovasi ini merupakan buah pikiran dari metode MIKIR yang dikembangkan Tanoto Foundation.

Metode pembelajaran MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) yang digagas program PINTAR Tanoto Foundation, terus mengalami perkembangan. Terbaru, seorang guru di SD 001 Balikpapan menerapkan mata pelajaran matematika ke desain fesyen.

Ibu Tri Indriyanti namanya, dan beliau adalah guru kelas dua SD 001 Balikpapan. Bu Indri menemukan inovasi agar para murid tertarik mempelajari matematika, caranya dengan mendesain baju.

Langkah pertama, bu Indri menyuruh anak-anak membawa alat ukur sendiri, dan membuat desain baju sesuai kelompok. Alat ukur yang dibawa boleh berupa apapun, seperti alat ukur baju (penggaris, meteran roll, meteran bahan, dan alat ukur tidak baku seperti tali rafia contohnya.

“Jadi tidak lagi mengerjakan soal di buku. Dengan alat ukur tersebut, mereka diberi pengalaman langsung mengukur baju dan mendisain baju temannya,” terang Bu Indri, panggilan akrabnya.

Suasana belajar di kelas Bu Indri | Foto: Tanoto Foundation

Setiap kelompok siswa di kelas tersebut rata-rata terdiri dari empat orang. Sebelum meminta anak-anak mendesain baju, Bu Indri memberi mereka lembar kerja yang isinya meminta para siswa mengukur baju teman-temannya dalam satu kelompok: tinggi badan, lingkar kepala, panjang lengan, panjang lingkar pinggang, panjang celana atau rok, dan lain-lain.

Setelah selesai mengisi lembar kerja, mereka juga diberi pertanyaan lanjutan. Siapakah yang paling tinggi di kelompok kalian? Mereka juga diminta mengurutkan nama-nama temannya yang paling panjang celananya.

Usai kerja kelompok, sebagai tugas Individu, siswa diminta menjawab pertanyaan sebagai berikut: Jika kalian menjadi desainer fesyen, siapakah temanmu yang membutuhkan paling banyak kain? Berikan alasan!

Dengan pertanyaan tersebut, setiap anak memberikan ukuran angka-angka. Misalnya panjang lengan 55 cm, lingkar pinggang 62 cm, dan seterusnya.

Hasil tugas yang diberikan Bu Indri ke anak didiknya | Foto: Tanoto Foundation

Di akhir mata pelajaran, Bu Indri meminta siswa menggambar desain baju temannya yang paling tinggi tersebut berdasarkan ukuran-ukuran yang telah ditulisnya. Masing-masing siswa berlomba-lomba mendesain baju.

“Ternyata hasilnya tidak terduga sama sekali. Dengan saya bebaskan mereka menggambar sesuai dengan desain sendiri, untuk kelas dua, kreasi mereka sangat memuaskan,” ucap Bu Indri dengan nada terkejut.

Tanggapan para siswa/siswi di metode pembelajaran ini juga sangat positif. Adilla Fildzah Putri Diawan misalnya, yang setelah selesai melakukan tugas merasa bisa jadi perancang busana.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
NTB Bakal Miliki Sirkuit MotoGP dengan Pemandangan Terindah di Dunia Sebelummnya

NTB Bakal Miliki Sirkuit MotoGP dengan Pemandangan Terindah di Dunia

Mereka yang "Menolak" Sains Selanjutnya

Mereka yang "Menolak" Sains

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.