Menelisik Kecanggihan RSUI

Menelisik Kecanggihan RSUI

RSUI tampak atas © Humas dan KIP UI

  • RSUI telah diresmikan oleh Menristekdikti, Rabu (13/2) kemarin.
  • Rumah sakit ini memiliki banyak sekali kecanggihan, mulai dari fitur tahan gempa dan kompartemen tahan api.
  • Peresmian ini membuat RSUI segera dibuka untuk umum, usai sejak 22 November 2018 hanya terbatas melayani sivitas akademika UI.

Rabu (13/2) kemarin, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) telah diresmikan oleh Menteri Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ak., Ph.D. Ini membuat RSUI akan segera dibuka untuk umum, usai sejak 22 November 2018 lalu hanya terbatas melayani sivitas akademika UI.

Dilansir dari siaran pers yang diterima GNFI, rumah sakit yang dibangun di atas lahan seluas 106.100 m2 ini memiliki banyak kecanggihan. Mulai dari pelayanannya, fitur bangunannya, dan fasilitas yang terdapat di dalamnya.

RSUI merupakan RS Perguruan Tinggi Negeri pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services), mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga pelayanan unggulan. Kemudian bangunan setinggi 14 lantai ini berkapasitas 300 tempat tidur di tahap pertama.

Menristekditi saat RSUI Tour | Foto: Humas dan KIP UI

Rumah sakit ini berada di kompleks area Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI kampus Depok. Bangunannya berdiri di atas bantalan anti-gempa, yang berada di dasar konstruksi dan bertujuan untuk menahan guncangan dengan aman hingga 9.0 Skala Richter.

Setiap lantai memiliki kompartemen tahan api dan bebas asap sebagai area aman tempat berkumpul, yang bertujuan untuk memudahkan evakuasi pada musibah kebakaran. Ruang rawat inap pun ditata agar mendapat sinar ultra violet matahari untuk meminimalkan pertumbuhan kuman.

Lebih lanjut, sistem kelistrikan bersifat variable untuk menjamin penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak terputus sehingga dapat menekan biaya operasional. Sistem tata alir dan penyejuk udara juga bersifat variable untuk meminimalkan risiko penularan penyakit dalam RS melalui udara. Sistem tata air bersih menggunakan pipa anti bakteri untuk meminimalkan risiko penularan penyakit melalui air.

Bangunan untuk mesin generator listrik dan mesin penghembus udara sejuk dibuat terpisah dari bangunan pelayanan, sehingga pasien, pengunjung dan seluruh staf pemberi layanan di RSUI dapat bekerja produktif, bebas dari getaran dan kebisingan.

“Kami ingin memberikan layanan yang prima bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Kota Depok. RSUI diharapkan mampu menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UI,” ujar Rektor UI, Prof. Anis.

Kemudian Direktur RSUI Dr. dr. Julianto menambahkan, “RSUI merupakan pelopor penerapan konsep pelayanan primer, sekunder dan tersier dalam satu atap melalui integrasi kolaborasi hospital care dan community care,”**

Pilih BanggaBangga64%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi9%
Pilih TerpukauTerpukau27%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pemanasan Meriam Tercanggih Indonesia: Jalan-jalan Keliling Ngawi Sebelummnya

Pemanasan Meriam Tercanggih Indonesia: Jalan-jalan Keliling Ngawi

Asal Usul “Kolam Susu”, Dikenal Lewat Lagu Koes Plus Selanjutnya

Asal Usul “Kolam Susu”, Dikenal Lewat Lagu Koes Plus

0 Komentar

Beri Komentar