Dulu, Buah-Buah ini Sering Dinikmati oleh Masyarakat

Dulu, Buah-Buah ini Sering Dinikmati oleh Masyarakat
info gambar utama

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, karena geografis letak Indonesia yang berada di daerah beriklim tropis dan dilewati oleh garis khatulistiwa.

Karena kekayaan keanekaragaman hayati tersebut, Indonesia ditumbuhi tanaman-tanaman buah yang hanya ada di tanah air kita. Namun sayangnya, karena minimnya budidaya, beberapa jenis buah asli Indonesia terancam punah. Berikut ini adalah buah-buahan asli Indonesia :

  1. Buah Menteng
Sumber : OLX
info gambar

Buah Menteng dulunya banyak ditumbuhi di Jakarta Pusat. Hingga pohon menteng ini menjadi nama salah satu kawasan di Jakarta. Buah menteng terlihat seperti buah duku dengan rasa asam dan manis. Menteng adalah buah musiman. Musim bunganya sekitar bulan Oktober sampai Desember, sedangkan musim buahnya terjadi antara bulan Januari sampai bulan Maret.

  1. Buah Kemang
Sumber : bogorkab
info gambar

Buah kemang memiliki warna kecoklatan. Daging buahnya memiliki cairan dengan rasa asam manis. Buah ini tersebar di Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, dan dibudidayakan di Jawa barat, seperti Bogor. Pohon ini dapat tumbuh di dataran rendah di bawah 400 m. Sering juga terlihat di dekat tepi sungai.

  1. Buah Kecapi
Sumber : Alamendah
info gambar

Buah Kecapi adalah buah atau tanaman khas Jakarta. Biasanya, orang asli Betawi menanamnya di pekarangan rumah. Cara mengupas dari buah ini bisa dibilang sangat unik, orang Betawi biasanya membanting atau menjepit Kecapi. Di Jawa, tanaman kecapi dapat tumbuh di ketinggian kurang dari 1.000 mdpl.

  1. Buah Keledang
Sumber : blogunik
info gambar

Buah Keledang adalah buah yang langka di Kalimantan. Buah ini rasanya manis dengan daging buah yang terpisah dari biji seperti nangka, rasanya seperti campuran antara nangka dan manggis. Buah ini adalah buah eksotis hutan Kalimantan yang tumbuh di pulau Kalimantan. Pohon Keledang memiliki ukuran hingga 36 m.

--

Sumber : SindoNews.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini