UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Jalur GOJEK Wirausaha

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Jalur GOJEK Wirausaha

Peluncuran program GOJEK Wirausaha di Conclave Wijaya, Jakarta (20/2) © Aditya Jaya/GNFI

  • GOJEK resmi meluncurkan program GOJEK Wirausaha, untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia.
  • Program ini berupa pelatihan dengan tatap muka, yang dibagi ke tiga tahap.
  • Dengan adanya GOJEK Wirausaha, diharapkan lebih banyak UMKM yang bisa naik kelas ke dunia digital.

Perusahaan layanan transportasi daring karya anak bangsa, GOJEK, hari ini (20/2) mengadakan konferensi pers peluncuran program GOJEK Wirausaha. Sebuah langkah baru dari GOJEK, untuk membantu mengembangkan ratusan ribu UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang ada di Indonesia.

Chief Commercial Expansion GOJEK, Catherine Hindra Sutjahyo, menerangkan bahwa ada tiga kendala besar yang kerap dialami pebisnis UMKM. Pertama, akses mengembangkan pasar, kemudian yang kedua adalah akses ke teknologi, dan yang ketiga yakni bagaimana meningkatkan keterampilan.

Catherine Hindra Sutjahyo | Foto: Aditya Jaya/GNFI

Kendala-kendala tersebut jika tak kunjung diatasi, dapat membuat perkembangkan UMKM terhambat. Sebuah data mengungkapkan temuan bahwa dari keseluruhan wirausaha yang berada di Indonesia, 98,7% adalah usaha mikro, 1,2% merupakan usaha kecil, 0,09% berstatus usaha menengah, dan hanya 0,01% yang sudah dipandang sebagai industri besar.

Temuan data tersebut sangat miris, karena Indonesia termasuk negara dengan pangsa pasar yang sangat besar. Oleh karenanya, GOJEK berinisiatif mendirikan GOJEK Wirausaha, yang memiliki program pelatihan berjenjang demi meningkatkan kualitas serta kuantitas UMKM di Indonesia.

Pelatihan berjenjang tersebut dibagi menjadi tiga tahap, dimulai dari pengenalan digital marketing, dilanjutkan pengenalan digital asset, dan yang ketiga adalah pemakaian promotion tools seperti diskon-diskon. Pelatihan dilakukan dalam bentuk kelas tatap muka.

“Lewat pelatihan ini, GOJEK menyediakan paket lengkap baik bagi UMKM yakni akses pasar yang lebih luas dengan masuk ke ekosistem GOJEK, akses ke teknologi melalui platform GOJEK sekaligus akses ke peningkatan kemampuan dan pengetahuan dengan pelatihan dan modul,” imbuh Catherine dalam siaran pers yang diterima GNFI.

Jenjang pelatihan di GOJEK Wirausaha | Foto: Aditya Jaya/GNFI

Selain pengadaan kelas wirausaha, GOJEK juga mendorong pengembangan UMKM dengan mendirikan Go-Food Festival. Semacam food court yang berisi mitra-mitra Go-Food di kelas UMKM, yang kesulitan membuka cabang karena beragam alasan. Saat ini tercatat sudah ada 35 food courts dan ada sekitar 1.000 UMKM yang berhasil membuka cabang kedua atau ketiganya berkat Go-Food Festival.

GOJEK Wirausaha yang didirikan sejak 2018 sampai sekarang telah melatih lebih dari 2.200 UMKM di 14 kota besar Indonesia, dan diikuti 24 komunitas serta institusi pemerintah. Di tahun 2019, GOJEK menargetkan bisa mendorong lebih dari 35.000 UMKM agar bisa naik kelas masuk ke dunia digital.***

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Rupa Ikon Wisata Indonesia di Tempo Doeloe Sebelummnya

Rupa Ikon Wisata Indonesia di Tempo Doeloe

Kemeriahan Hari Pertama Jakarta Fair 2019 Selanjutnya

Kemeriahan Hari Pertama Jakarta Fair 2019

0 Komentar

Beri Komentar