Resmi! Sirkuit Mandalika Tuan Rumah MotoGP 2021

Resmi! Sirkuit Mandalika Tuan Rumah MotoGP 2021

Ilustrasi MotoGP © Harlie Raethel/Unsplash

  • Indonesia resmi menggelar seri MotoGP di musim 2021.
  • Lokasinya di sirkuit Mandalika, NTB.
  • Sirkuit Mandalika akan terbentang sepanjang 4,32 kilometer dengan 18 tikungan.

Kontrak tiga tahun telah disepakati oleh operator MotoGP dan Indonesia, untuk mengadakan salah satu seri MotoGP musim 2021. Ajang adu cepat kuda besi ini akan bertempat di sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Dilansir dari CNN Indonesia, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer, menjelaskan bahwa pihaknya telah menandatangani Promoter’s Agreement dengan Dorna Sport SL dalam rangka menjadi tuan rumah MotoGP 2021.

“Bukan sirkuit tertutup yang akan kami bangun, tapi Street Race Circuit seperti di Singapura dan Monaco. Indonesia menjadi venue ke-21, rangkaian balap MotoGP dalam setahun, dan satu-satunya yang berkonsep Street Race Circuit. Sebelumnya, kami berkompetisi dengan calon penyelenggara dari Brasil,” terangnya.

Sirkuit Mandalika akan dibangun di atas tanah negara yang dikelola ITDC. Nantinya, sirkuit Mandalika akan terbentang sepanjang 4,32 kilometer dengan 18 tikungan. Desain tersebut telah disetujui pihak Dorna. Kemudian untuk biaya pembangunan sirkuit ditaksir mencapai 40-50 juta dolar (sekitar Rp 562-702 miliar) yang dikucurkan oleh investor.

“Setelah sirkuit selesai dibangun, akan ada rangkaian trial run oleh Dorna atau event lain untuk uji coba sirkuit,” ujar Abdulbar menambahkan.

Dengan ditunjuknya Mandalika sebagai tuan rumah salah satu seri edisi MotoGP, juga ditargetkan dapat meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian di sekitar lokasi sirkuit. Ini tak lepas dari akan dibangunnya hotel-hotel baru berbintang lima, yang telah didukung oleh akses transportasi yang sangat memadai.

Bandara internasional Lombok hanya berjarak 17 Km dari sirkuit Mandalika. Kemudian jika hendak menuju Lombok dari Bali, bisa ditempuh selama 30 menit menggunakan pesawat, atau dua jam jika memakai fast boat.

“Ini juga berpotensi mempercepat pemulihan Lombok yang sempat tertimpa bencana gempa dan penurunan jumlah wisatawan,” pungkasnya.


Sumber: CNN Indonesia

Pilih BanggaBangga79%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

#SurabayaMendunia : Cita-Cita Kota Pahlawan Agar Lebih Dikenal Internasional Sebelummnya

#SurabayaMendunia : Cita-Cita Kota Pahlawan Agar Lebih Dikenal Internasional

Keunikan Pasar Karetan, dari Tidak Memakai Uang untuk Jual-Beli hingga Prestasi di Luar Negeri Selanjutnya

Keunikan Pasar Karetan, dari Tidak Memakai Uang untuk Jual-Beli hingga Prestasi di Luar Negeri

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.