2Madison Gallery Hadirkan Indonesia Melalui 10 Seniman Lokal

2Madison Gallery Hadirkan Indonesia Melalui 10 Seniman Lokal

Sincare oleh Chairol Imam © Jessicha Valentina

Ruang seni 2Madison Gallery di Kemang, Jakarta Selatan, memamerkan karya-karya sejumlah seniman Indonesia dalam sebuah pameran baru.

Karya seni oleh Soni Irawan (Yogyakarta), Imeldaams (Cilegon, Banten); Chairol Imam (Surakarta, Jawa Tengah), Dina Adelya (Jambi), Esa Apriansyah (Bandung, Jawa Barat), serta Ruth Marbun, Hana Madness, dan Lala Bohang (Jakarta) akan dipajang hingga tanggal 3 Maret.

Selain seniman yang disebutkan di atas, galeri ini juga telah berkolaborasi pada potongan-potongan mode dengan Robert Olga dari Surakarta dan DGTMB, sebuah brand yang didirikan oleh seniman terkenal Eko Nugroho dari Yogyakarta.

Dengan tema "Bumi Ketujuh: Eksplorasi Seni & Mode", para seniman membagikan karya mereka di bumi ketujuh, sebuah konsep oleh 2Madison Gallery yang menggambarkan dunia imajinatif di mana penghuni dari berbagai latar belakang hidup selaras dengan satu sama lain. Pilihan warna-warni dari karya seni yang dipamerkan di galeri tersebut termasuk Pulang ke Rumah oleh Dina Adelya dan Sincare oleh Chairol Imam.

Karya milik Dina dibuat dari berbagai kain, benang, dan payet. Selama acara pembukaan pameran, Dina mengatakan karya buatan tangan miliknya menampilkan budaya Jambi, menambahkan bahwa orang tuanya yang bekerja sebagai penjahit telah memperkenalkannya untuk bermain dengan kain ketika dia masih kecil.

Sedangkan, Sincare menunjukkan interpretasi Chairol tentang diri sendiri sebagai tempat paling bahagia. Untuk pameran tersebut, Chairol menghasilkan total empat karya seni, masing-masing menampilkan semangat yang penuh warna dan kekanak-kanakan.

Perancang, pendiri, dan pemilik 2Madison Gallery, Maggie Hutauruk Eddy menegaskan bahwa banyak dari seniman yang berpartisipasi berasal dari daerah luar Jakarta.

"Mereka merupakan para seniman terbaik di areanya," kata Maggie, mengatakan bahwa dia mencari seniman yang memiliki aspirasi serupa.

Maggie menganggap para seniman ini mampu bersaing dengan mereka yang [menunjukkan karya mereka] di luar negeri, meskipun mereka belum mendapatkan kesempatan.

"Di mata saya, mereka sangat berbakat. Mereka pantas mendapatkan perhatian dan penghargaan kita,” katanya.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ketika Budaya Indonesia Menjadi Pusat Perhatian Di Turki Sebelummnya

Ketika Budaya Indonesia Menjadi Pusat Perhatian Di Turki

MocoSik Festival 2019 Usung Tema "Buku, Musik, Kamu" Selanjutnya

MocoSik Festival 2019 Usung Tema "Buku, Musik, Kamu"

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.