Melalui laman resminya, London Book Fair (LBF) merilis nominasi penerima penghargaan untuk 17 kategori kepada wakil duta penerbit terbaik, penerbitan inovatif, dan penerbit inovatif di industri buku (14/2/2019).

Sejak 2014, LBF bekerja sama dengan Publishers Association (PA) telah memilih penerbit dari 26 negara masuk dalam nominasi (short list).

Termasuk di dalamnya penerbit dari Indonesia, antara lain Yayasan Lontar, Educa Studio, dan Mizan.

Kelompok Penerbit Gramedia menempatkan satu wakilnya, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) untuk kategori "The Market Focus Indonesia Children's Young Adult and Education Award".

Tahun 2018 lalu,penghargaan untuk kategori ini dimenangkan penerbit Lithuania, Alma Littera.

Pameran buku dibuka 280 jam nonstop dengan 2,5 juta buku yang dipamerkan Foto: KOMPAS.com/Achmad Faizal
Pameran buku dibuka 280 jam nonstop dengan 2,5 juta buku yang dipamerkan Foto: KOMPAS.com/Achmad Faizal

Pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan akan diadakan pada 12 Maret 2019 di antara rangkaian acara London Book Fair tahun ini, yang diselenggarakan pada 12-14 Maret 2019.

Dalam edaran pers, Jacks Thomas, Direktur London Book Fair menyatakan keragaman negara yang menjadi nominasi menggarisbawahi betapa industri perbukuan dunia masih kuat dan tetap kuat.

Beragamnya negara masuk nominasi memperlihatkan keragaman talenta dalam industri perbukuan saat ini, tambahnya.

Ekosistem kreatif buku anak Menanggapi kabar menggembirakan ini, Manajer Redaksi dan Produksi KPG, Pax Benedanto menyatakan rasa syukur, meski baginya kemenangan bukanlah yang utama.

"Semoga karya yang dibuat dan keluar dari hati ini bisa berguna. Itu yang terpenting," tutur Pax. Hal senada disampaikan Christina M. Udiani, Pemimpin Redaksi KPG saat dihubungi Kompas.com (26/2/2019).


Sumber: Tribunnews.com | Kompas.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu