SUH dan Ragam Produk Bernilai Tinggi dari Limbah Pakaian

SUH dan Ragam Produk Bernilai Tinggi dari Limbah Pakaian
info gambar utama

Setiap orang pasti memiliki barang yang sudah tidak terpakai, dan sebagian di antaranya memilih untuk membuang daripada mendaur ulang barang tersebut.

Berbeda dengan Dwyas Ayu Wydowati, wanita berusia 30 tahun ini justru mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak terpakai, seperti jeans dan karung goni, untuk disulap menjadi pouch, dompet, dan berbagai macam tas, seperti sling bag, tote bag, maupun backpack.

Dwyas Ayu Wydowati, Pemilik SUH Upcycleandart
info gambar

Wanita yang akrab dipanggil Ayu ini memulai usaha mendaur ulang sejak tahun 2014. Awalnya, ia mengikuti pelatihan daur ulang yang diselenggarakan oleh komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK), sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan.

Bersama sang suami, dirinya mulai merintis usaha yang ia namakan SUH Upcycleandart. Mengenai pemilihan nama, ternyata SUH memiliki filosofi tersendiri dibaliknya.

“SUH itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya tali untuk mengikat sapu lidi. Kalo tidak diikat dengan suh, lidi tersebut akan tercecer. Jadi SUH sendiri memiliki makna mempersatukan, khususnya bersatu dalam pelestarian lingkungan” ujar Ayu.

Produk pertama yang ia hasilkan berasal dari celana jeansnya sendiri. Ketika dipakai, banyak yang menyukai kemudian memesan produk tersebut. Sejak itulah Ayu mulai serius dan mantap untuk terjun dalam usaha daur ulang limbah jeans dan karung goni, meskipun usaha yang ia tekuni sekarang melenceng dari cita-cita masa kecilnya dulu, yakni menjadi guru.

Meski demikian, dirinya tetap bersyukur karena saat ini produk yang ia hasilkan ternyata diminati oleh banyak orang, baik di lingkup nasional maupun internasional.

“Sebenarnya banyak warga negara asing yang menanyakan produk saya, tetapi karena ongkos kirimnya mahal dan terkadang hingga sepuluh kali lipat dari harga barangnya, mereka jadi enggan untuk membeli,” ujarnya.

“Namun kemarin ada warga negara Kanada yang membeli produk saya. Jadi dia sedang liburan ke Bali, lalu meminta barangnya dikirim ke Bali agar ongkos kirimnya tidak terlalu besar,” lanjut Ayu.

Ayu dengan salah satu produk unggulannya

Produk dari SUH Upcycleandart memang bisa dibilang terjangkau. Untuk pouch dibanderol mulai dari Rp 10.000, sedangkan untuk tas berbahan blacu mulai dari Rp 5.000, dan untuk tas berbahan jeans dan goni mulai dari Rp 75.000. Harga ini dipatok berdasarkan dimensi dan tingkat kesulitan dari bahan maupun cara membuatnya.

Sementara itu, untuk pembeli yang membawa bahan sendiri, baik celana maupun jaket jeans, harga produk akan dikurangi harga bahan sebesar Rp 25.000 hingga Rp 30.000.

Istri dari Wahyu Yunianto ini tidak hanya menjual produk yang siap dipasarkan, ia juga membuka pesanan yang sesuai dengan keinginan konsumen, baik dalam hal bahan maupun modelnya.

“Ada konsumen yang meminta agar jeansnya dibuat robek-robek, disablon, atau diberi patch tertentu. Mereka juga sering mencari gambar dari internet untuk dijadikan contoh. Nah, untuk produk custom seperti ini, pengerjaannya sekitar 7-10 hari,” ucapnya.

Ibu dari Aksara Gagas Mardika ini tidak pernah merasa kesulitan dalam mencari bahan baku. Baik jeans maupun goni dapat dengan mudah ia dapatkan di Salatiga maupun Magelang, kota kelahirannya.

Justru yang menjadi tantangan baginya adalah belum adanya tenaga kerja yang membantu memproduksi barang daur ulang tersebut.

“Bagi saya, kerapian menjahit sangatlah diperlukan. Dan selama ini sulit mencari orang yang benar-benar mau dan bisa menjahit dengan rapi,” ujarnya.

Kadang ia merasa kewalahan ketika memperoleh banyak pesanan. Seperti saat ini, ia mendapat pesanan sejumlah seribu tote bag untuk suvenir pernikahan konsumen dari Jakarta. Namun hal ini tak lantas membuatnya patah semangat, ia tetap mengerjakan walau harus mencuri waktu di sela-sela mengurus buah hatinya.

Mengerjakan segala sesuatunya dengan teliti demi kepuasan pelanggan
info gambar

Dalam memasarkan produknya, selama ini Ayu hanya mengandalkan pada aplikasi Instagram saja. Namun ia berharap agar suatu saat, dia dapat membuka toko untuk memajang produk-produk yang ia buat.

Jika tertarik, pembaca dapat melihat produk-produk dari SUH Upcycleandart melalui instagram @suh_upcycleandart atau datang langsung ke Jalan Arimbi 1A, RT 6/RW 4, Grogol, Dukuh Sidomukti, Salatiga.

Selain mendukung produk lokal, pembaca juga dapat mendukung kampanye peduli lingkungan melalui proses daur ulang barang yang sudah tidak terpakai tersebut.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EW
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini