Tarian Tradisional di Festival Pantai Enagera, Nagekeo

Tarian Tradisional di Festival Pantai Enagera, Nagekeo

Tarian Todagu di Enagera Beach Festival © Foto Markus Makur / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kabupaten Nagekeo di Flores, Nusa Tenggara Timur, merupakan lokasi dimana musik bambu dan tarian tradisional berkembang. Dalam upaya untuk melestarikan warisan budaya, penyelenggara acara Mauponggo Youth Nagekeo mengadakan Festival Pantai Enagera pertama.

Penampilan musik bambu | Foto: Markus Makur / Jakarta Post

Bertempat di Bukit Sawu di distrik Mauponggo, acara ini berlangsung dari 26 Februari hingga 5 Maret. Sekitar 10 tarian disajikan di festival ini, ditampilkan oleh penduduk setempat dan juga siswa dari seluruh Nagekeo.

tarian ja'i, yang merayakan toleransi antar-agama dan toleransi antar-suku | Foto: Markus Makur / Jakarta Post

Di antara tarian itu ialah tarian todago, tarian kemenangan bagi pria yang pulang dari perang; Dero yang melambangkan persaudaraan dan toleransi; ja'i, yang merayakan toleransi antar-agama dan toleransi antar-suku; dan sepa api, tarian merek dagang dari desa Pautola dilakukan saat menginjak api.

Lodofikus Raga Muja, ketua Mauponggo Yputh EO, mengatakan kepada the Jakarta Post bahwa festival tersebut bertujuan untuk mempromosikan budaya dan objek wisata di Mauponggo.

Tarian Etu yang ditampilkan oleh dua prajurit |
Tarian Etu yang ditampilkan oleh dua prajurit | Foto: Markus Makur / Jakarta Post

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, mengatakan kaum milenial harus didorong untuk menciptakan dan terlibat dalam pengembangan daerah. "Festival ini adalah bukti bahwa generasi muda mampu membuat acara seperti itu," katanya.

Dia menambahkan bahwa festival ini harus diadakan setiap tahun, dengan dukungan pemerintah.

Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do juga mendorong para pemuda, mengatakan mereka seharusnya tidak pernah menyerah. "Teruslah menciptakan dan berinovasi untuk menyebarkan keindahan alam dan budaya Nagekeo," katanya.


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Bus Wonderful Indonesia di Jerman Sebelummnya

Bus Wonderful Indonesia di Jerman

Sejarah Hari Ini (10 Juli 1945) - Sidang Kedua BPUPKI Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (10 Juli 1945) - Sidang Kedua BPUPKI

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.