Siapa Sangka Daerah di Flores Ini Kaya Akan Produk Hortikultura?

Siapa Sangka Daerah di Flores Ini Kaya Akan Produk Hortikultura?

Ilustrasi durian © Sumber: Shutterstock

Tersembunyi di kaki gunung berapi Ebulobo, lembah Sawu di Kecamatan Maupongo, Pulau Flores, memiliki potensi besar untuk menumbuhkan banyak produk hortikultura. Kecamatan ini terletak di Kabupaten Nagekeo.

Bukit di selatan Gunung Ebulobo terkenal dengan konsentrasi pohon durian yang padat. Setiap tahun, petani dari 20 desa di kecamatan Maupongo memanen hingga 10 ton durian. Raja buah-buahan dari Maupongo dihargai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000 masing-masing. Waktu panen biasanya berlangsung dari Februari hingga Maret.

Para petani durian di Maupongo menjual durian mereka di sisi jalan raya transFlores di Gako, Kecamatan Boawae. Mereka juga menjualnya di Kecamatan Ngada, Kabupaten Ende, dan Mbay, yang merupakan ibu kota Nagekeo

Penduduk Maupongo yang menunjukkan durian hasil kebunnya | Foto: Markus Makur / Jakarta Post

Warga kecamatan Maupongo menanam pohon durian di rumah atau di kebun. Mereka juga menanam pohon rambutan, alpukat, pisang, dan jambu biji. Pada waktu seperti ini dalam setahun, kerja keras mereka biasanya terbayar. Beberapa pembeli langsung mendatangi para petani untuk mendapatkan durian Maupongo.

Datanglah kunjungi Maupongo dan desa-desa sekitarnya pada bulan Februari dan Maret dan rasakan aroma durian yang baru saja dipanen memanjakan indra penciumanmu.

Bruno Sawetoyo, seorang petani durian asal Maupongo, menyebutkan bahwa ia dan petani lainnya di desa tersebut menanam benih durian yang merupakan hasil sumbangan dari Asosiasi Petani Pancasila Kabupaten Ende, yang dijalankan oleh keuskupan agung kabupaten tersebut.

Pendeta Rudolf Alfonsus Eka dari Pembaptis Yohanes Paroki Wolosambi menyebutkan bahwa gereja Katolik memiliki peran penting pada sumbangsih benih tersebut.

Para petani menanam benih di rumah dan ketika mereka memiliki benih berlebihan mereka menanamnya juga di bukit dan lembah. Tanah di lembah Sawu sangat subur dan cocok untuk menanam pohon durian.

"Rumah saya dikelilingi oleh pohon durian dan juga rumah-rumah lain di Maupongo," kata Sawetoyo seperti dikutip dari Jakarta Post. “Keluarga-keluarga di kecamatan Maupongo menanam komoditas berharga, oleh karena itu mereka dapat membiayai pendidikan anak-anak mereka.”

Para petani memanen buah naga di Maupongo, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur | Foto: Markus Makur / Jakarta Post

Sawetoyo menjelaskan bahwa Maupongo juga memproduksi pisang yang dijual di Jawa dan Bali. Penduduk juga menanam rambutan, jambu merah muda, buah naga, dan pala.

Rudolf mengatakan gereja telah memberi contoh dengan menanam pohon durian dan cengkeh di lahannya, yang dipanen dan kemudian dijual. Dia mendesak kantor administrasi kabupaten Nagekeo untuk membantu petani Maupongo dalam menemukan pasar dan mempromosikan komoditas lokal di tingkat provinsi dan nasional.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Wanita Surabaya Ini Terpilih Bersama 20 Wirausahawan dari 6 Negara Lainnya di 2019 EY Entrepreneurial Winning Women ™ Asia-Pacific Sebelummnya

Wanita Surabaya Ini Terpilih Bersama 20 Wirausahawan dari 6 Negara Lainnya di 2019 EY Entrepreneurial Winning Women ™ Asia-Pacific

Bekal Ilmu di SMKN 3 Mandau Hantarkan Fajar Juara 3 Tingkat Nasional Selanjutnya

Bekal Ilmu di SMKN 3 Mandau Hantarkan Fajar Juara 3 Tingkat Nasional

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.