Persiapan Indonesia Jelang Special Olympics World Games 2019

Persiapan Indonesia Jelang Special Olympics World Games 2019

Pelatnas SOIna 2019 di Rawamangun © kemenpora.go.id

  • Indonesia resmi melepas kontingennya untuk mengikuti Special Olympics World Games 2019.
  • Sebanyak 68 atlet berpartisipasi di kejuaraan tersebut.
  • Special Olympics World Games 2019 diselenggarakan di Abu Dhabi.

Jelang kejuaraan Special Olympics Games yang digelar di Abu Dhabi pada 14-21 Maret 2019, kontingen dari Indonesia telah dilepas pada 7 Maret lalu. Pelepasan dilakukan di Terminal 3 bandara internasional Soekarno-Hatta oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, DR. Raden Isnanta, M.Pd.

“Saya mewakili bapak Menpora, berharap atlet-atlet SOIna dapat menjaga nama baik Indonesia di mata dunia. Mari kita tunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, sopan, sportif, dan penuh dengan persaudaraan. Tunjukkan perjuangan kalian,” ucap Isnanta, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

“Kalau pada Special Olympics World Games 2015 di Los Angeles lalu berhasil membawa pulang 19 medali emas, semoga tahun ini SOIna bisa kembali mengulang sejarah kesuksesan 4 tahun lalu itu. Selamat berjuang, kami menunggu kalian tanggal 22 Maret 2019 tiba di Tanah Air,” tutupnya.

Sebelum dilepas ke turnamen, para atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) terlebih dulu melakukan pelatnas di Rusunawa Kampus B UNJ, Rawamangun. Sebanyak 68 atlet ikut serta, yang terdiri dari 54 atlet disabilitas intelektual dan 14 atlet unified partner. Selain itu ada 19 pelatih yang mendampingi mereka selama pelatnas pada 4 Februari sampai 7 Maret lalu.

Persiapan Indonesia tak hanya sebatas pelatnas. Di Abu Dhabi pun para kontingen SOIna akan mengikuti program house town, yakni program aklimatisasi baik teknis maupun non-teknis. Kemudian mengikuti babak divisioning atau klasifikasi berdasarkan kemampuan atlet.

Di Special Olympics World Games 2019 yang diikuti lebih dari 190 negara peserta, SOIna akan turun di 11 cabang olahraga (cabor) dan 31 nomor pertandingan. Cabor yang diikuti antara lain atletik, akuatik, bulu tangkis, bocce, bola basket, bowling, futsal, handball, sepak bola, tenis meja, dan bola voli. Selain atlet penyandang disabilitas intelektual, atlet non-disabilitas juga akan berpartisipasi di nomor kompetisi unified.

Di edisi sebelumnya pada Special Olympics World Games 2015 yang digelar di Los Angeles, AS, Indonesia sukses menyabet 19 medali emas, 12 medali perak, dan 5 medali perunggu.**

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Boso Suroboyoan : Bahasa Jawa dengan Keunikan Jawa Timur Sebelummnya

Boso Suroboyoan : Bahasa Jawa dengan Keunikan Jawa Timur

Mereka Diam Karena Buku Selanjutnya

Mereka Diam Karena Buku

0 Komentar

Beri Komentar