Di Bioskop Ini, Tunanetra Bisa 'Menonton' Film

Di Bioskop Ini, Tunanetra Bisa 'Menonton' Film

Bioskop Bisik © Our Better World

“Saya merasa saya bisa melihat kembali. Saya bisa menikmati film seperti dulu sebelum saya menjadi tunanetra,” ujar Irma Himayanti.

Irma mengalami kecelakaan saat masih kecil. Ia didiagnosa menderita glaukoma hingga akhirnya kehilangan penglihatannya.

Namun kini, ia merasa senang karena dapat menonton film seperti dulu di Bioskop Bisik.

Di Bioskop Bisik, para tunanetra didampingi oleh para relawan yang akan membisiki adegan-adegan yang tak bersuara atau tak terdengar dialognya. Hal ini dilakukan agar para tuna netra tetap bisa mengikuti alur cerita film meskipun tidak bisa melihat adegan yang bersuara.

Irma Himayanti bersama pembisik di Bioskop Bisik. Foto: Our Better World
Irma Himayanti bersama pembisik di Bioskop Bisik. Foto: Our Better World

Bioskop Bisik diprakarsai oleh Ramya Prajna yang ingin memberikan ruang bagi orang-orang untuk berinteraksi dengan sesama, utamanya para tunanetra, melalui pengalaman sederhana, seperti menonton bioskop bersama.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa ada orang-orang tunanetra di sekitar kita. Jadi, tujuan utamanya adalah memberi pengalaman kepada para pembisik bahwa mata yang kita miliki tidak hanya untuk kita, tetapi juga untuk orang lain,” ujar Ramya pada Our Better World, program kisah inspiratif dari Singapore International Foundation.

Pengalaman ini adalah suatu perubahan bagi Cheta, salah satu penonton Bioskop Bisik, yang kini berteman dengan pembisiknya, Kenny.

Cheta dan Kenny di Bioskop Bisik. Foto: Our Better World
Cheta dan Kenny di Bioskop Bisik. Foto: Our Better World

“Iya menjelaskan adegan-adegannya dengan sangat jelas, kadang-kadang di luar konteks dan kita mulai cekikikan (saat menonton film),” kata Cheta.

“Kita hanya bersenang-senang,” ujar Kenny. “Saya senang menemukan teman baru untuk menonton film bersama.”

Inilah yang Ramya harapkan bisa menginspirasi orang-orang melalui nonton film bersama di Bioskop Bisik. Bioskop Bisik diharapkan bisa mendekatkan kedua pihak – bagi para sukarelawan untuk lebih memahami kebutuhan para tunanetra, dan bagi para tunanetra untuk dapat menikmati hidup dengan lebih percaya diri.

“Yang terpenting adalah mereka memiliki harapan, mereka memiliki dukungan dan orang-orang yang peduli pada mereka. Itu hal yang luar biasa, dan saya ingin menjadi bagian dari itu,” pungkas Osse Kiki, salah satu sukarelawan Bioskop Bisik.

Cari tahu lebih lanjut tentang Bioskop Bisik, dan daftar menjadi sukarelawan untuk membantu para tunanetra menonton film.

A story by Our Better World – telling stories of good to inspire action

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Gunakan PJU Tenaga Surya, Pemda Hemat Listrik Rp 300 ribu/bulan per unit Sebelummnya

Gunakan PJU Tenaga Surya, Pemda Hemat Listrik Rp 300 ribu/bulan per unit

Mereka Diam Karena Buku Selanjutnya

Mereka Diam Karena Buku

0 Komentar

Beri Komentar