Boso Suroboyoan : Bahasa Jawa dengan Keunikan Jawa Timur

Boso Suroboyoan : Bahasa Jawa dengan Keunikan Jawa Timur

Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

“Koen wis mangan ta?” (Kamu sudah makan?)

“Wis kok, awakmu wis?” (Sudah, kamu sudah?)

“wis mau” (Sudah tadi)

Dari percakapan di atas, mungkin banyak orang menebak percakapan tersebut menggunakan Bahasa Jawa. Apalagi jika kawan sedang berada di Surabaya. Namun ternyata, bahasa tersebut bukan sekedar bahasa Jawa seperti di Jawa Tengah (Solo, Semarang), DIY Yogyakarta, dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa. Lebih dari itu, dialek ini bisa dikatakan memiliki keunikan dan spesial dari bahasa Jawa lainnya.

Dialek Arekan atau dikenal juga sebagai bahasa Arekan (menurut wikipedia) atau bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang diucapkan di Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Sidoarjo, hingga Malang). Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Secara tingkatan bahasa jawa, bahasa Suroboyoan bisa dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Namun banyak diantara masyarakat Surabaya yang mencampurkan dengan bahasa jawa halus (madya sampai krama) ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, hal ini juga sebagai bentuk penghormatan mereka.

Tidak ada kejelasan pada batas wilayah penggunaan dialek suroboyoan ini, karena masyarakat Surabaya yang sering berpindah-pindah. Contohnya pada masa lalu banyak warna Surabaya yang berpindah ke Sidoarjo untuk tempat tinggal, karena diperkirakan Surabaya akan menjadi kota perkantoran.

Wilayah Selatan : Perak, Jombang.

Wilayah Perak Utara masih banyak menggunakan Dialek Surabaya, sementara Perak Selatan kebanyakan telah menggunakan Dialek Kulonan.

Malang : Sebagian besar penduduk kabupaten dan kota Malang menggunakan bahasa Suroboyoan, namun mereka memiliki bahasa yang unik yaitu boso walikan.

Wilayah Utara

Madura : Beberapa orang Madura menggunakan dialek suroboyoan secara aktif, namun ada juga yang mencampurnya dengan kosakata bahasa Madura.

Wilayah Barat

Gresik, Lamongan, Tuban dan sebagian Bojonegoro.

Wilayah Timur

Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi. Namun sebagian besar mencampur dengan kosakata bahasa Madura, dan memiliki kosatasa sendiri.

Partikel khusus yang digunakan

Masyarakat Surabaya biasa menggunakan kata “Arek” sebagai pengganti kata “bocah” atau menggunakan kata “rek” untuk memanggil kawan. Contohnya : “Arek cilik iki podo nakal-nakal” (bocah ini pada bandel semua) atau “Rek, ayo mangan!” (Rek, ayo makan!)

Selain kata Arek, kata “Seh” (e dibaca seperti “sate”) juga sering dipakai pada sebuah kalimat. Contohnya : “Kok isok seh?” (kok bisa sih?”

Orang surabaya juga menggunakan huruf “i” menjadi “e”, seperti : titip menjadi tetep (e dibaca seperti “sate”) dan “u” menjadi “o”, seperti : tutup menjadi totop (o dibaca seperti “soto”). Namun berbeda dengan kata “Iyo” yang artinya “iya” dan “iso” untuk “bisa”, o dibaca seperti “orang”.

--

Sumber : Wikipedia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga51%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi12%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Inilah Daftar Harta yang Bisa Dilaporkan di SPT. Sudah Lapor Pajak Belum? Sebelummnya

Inilah Daftar Harta yang Bisa Dilaporkan di SPT. Sudah Lapor Pajak Belum?

Menjaga Situs Warisan Dunia yang Ada Badaknya, Juga Bunga Rafflesia Selanjutnya

Menjaga Situs Warisan Dunia yang Ada Badaknya, Juga Bunga Rafflesia

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.