Tumpek Kandang : Tradisi Upacara Sayangi Hewan ala Masyarakat Hindu di Bali

Tumpek Kandang : Tradisi Upacara Sayangi Hewan ala Masyarakat Hindu di Bali

Blog Cinta Damai

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia memiliki beragam budaya dan ratusan tradisi yang hingga saat ini masih dilakukan oleh beberapa golongan masyarakat. Tradisi-tradisi tersebut ada yang bersumber dari adat istiadat dan ada juga yang bersumber dari kepercayaan.

Salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat Bali adalah Tumpek Kandang. Tumpek Kandang atau Tumpek Wewalungan atau juga disebut dengan Tumpek Uye adalah hari upacara dalam rangka memuja keagungan Tuhan dengan cara melakukan pemeliharaan sebaik-baiknya atas ciptaan-Nya berupa binatang ternak (wewalungan) atau hewan peliharaan. binatang-binatang peliharaan (binatang yang dikandangkan).

Sumber : Tirto.id

Tradisi ini dilakukan enam bulan sekali pada hari Sabtu Kliwon Wuku Uye menurut perhitungan kalender Bali-Jawa.

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali semata karena cinta kasih (ajaran Hindu) yang besar kepada seluruh ciptaan Tuhan. Selain itu, tradisi ini juga mengajarkan sifat menghargai tak hanya kepada sesama manusia saja, namun juga kepada makhluk hidup lainnya, seperti Binatang, Tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. Hal ini dipercaya untuk menjaga keharmonisan hidup dengan makhluk dan alam semesta.

Pada ajaran agama Hindu, semua mahkluk memiliki jiwa yang berasa dari Ida Sang Hyang Widhi (menurut wikipedia : sebutan bagi Tuhan yang Maha Esa dalam agama Hindu Dharma masyarakat Bali), yang tertuang dalam Lontar Sarasamuscaya “Ayuwa tan masih ring sarwa prani, apan prani ngaran prana” yang artinya “jangan tidak sayang kepada binatang, karena binatang atau makhluk adalah kekuatan alam.”

Hewan sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari manusia. Contohnya saja, sapi atau kerbau memiliki peran yang penting bagi para petani dalam membantu pekerjaan di sawah.

Hewan lainnya seperti kuda, babi, anjing, kucing, ayam, burung, unggas, serta binatang lainnya juga diikutsertakan dalam upacara "Tumpek Kandang" di pura-pura di Bali yang dipimpin oleh pemuka agama Hindu.

Namun ada beberapa hewan-hewan yang dikhususkan, yakni hewan-hewan langka dan harus dilestarikan dari kepunahan. Seperti penyu hijau,burung jalak Bali, menjangan, kera, dan lain-lain.

--

Sumber : Inputbali.com, CNN Indonesia, Twitter

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Cekakak-pita Biasa, “Dewi Laut” yang Dipuja Alfred Russel Wallace Sebelummnya

Cekakak-pita Biasa, “Dewi Laut” yang Dipuja Alfred Russel Wallace

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2) Selanjutnya

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2)

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.