EKSIS vol. 4: Melihat Cara Indonesia Mengajar Bekerja

EKSIS vol. 4: Melihat Cara Indonesia Mengajar Bekerja

Direktur Indonesia Mengajar, Satria Ugahari, sebagai pembicara di EKSIS vol. 4 © Itsnain Saputra/GNFI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • GNFI pada Kamis (21/3) mengadakan program EKSIS vol. 4.
  • Ini merupakan edisi perdana EKSIS yang digelar di kantor GNFI Jakarta.
  • Pada EKSIS kali ini, Satria Ugahari selaku Direktur Indonesia Mengajar menjadi pembicara.

Good News from Indonesia (GNFI) untuk pertama kalinya mengadakan program EKSIS (Eksternal Sharing Intensif) di kantor Jakarta. Di gelaran perdana ini, EKSIS vol. 4 menghadirkan Satria Ugahari selaku Direktur Indonesia Mengajar, untuk berbagi pengalaman dan diskusi terkait bidang pendidikan.

Indonesia Mengajar (IM) merupakan sebuah gerakan di bidang pendidikan, yang menyebarkan sejumlah tenaga pengajar berusia muda di pelosok Indonesia. Sampai saat ini sudah ada 18 angkatan yang diberangkatkan, dengan pembukaan rekrutmen dua kali setahun.

Satria menuturkan, minat para pendaftar di program Pengajar Muda sangat tinggi. Dalam sekali rekrutmen jumlah pendaftar bisa mencapai belasan ribu, tapi hanya 82 orang yang direkrut.

“Sampai sekarang total pendaftar sudah mencapai 100.000 lebih. Di rekrutmen terbaru jumlah pendaftar mencapai 10.000 orang, tapi yang kita ambil hanya 34,” tutur Satria, yang ditunjuk sebagai Direktur Indonesia Mengajar sejak 2017.

Animo tinggi dari para peserta saat mengikuti program EKSIS vol. 4 | Foto: Itsnain Saputra/GNFI

Tantangan dan impian

Lika-liku perjalanan dilalui oleh Indonesia Mengajar sampai menjadi besar seperti sekarang. Satria mengungkapkan, ini terjadi berkat inisiatif dari para alumni Pengajar Muda, yang membagikan pengalaman ke rekan-rekan maupun kerabatnya, sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk bergabung.

“Kami memperlakukan semua (anggota) dengan setara. Tetap ada struktur secara organisasi, tapi itu untuk decision making. Jadi dengan ini akan ada reproduksi pengetahuan positif secara terus menerus,” ungkap Satria.

Ini menjadikan Indonesia Mengajar yang awalnya terdiri dari 7 orang konseptor, terus berkembang dan kini telah dikenal luas di khalayak umum. Sistem-sistem di dalamnya pun terus diubah, untuk mencari bentuk terbaik dalam menggerakkan program Pengajar Muda.

Di program Pengajar Muda awalnya ditetapkan jumlah 6-10 orang per kabupaten. Angka ini kemudian terus dievaluasi, dan didapat pakem 6-8 orang per kabupaten, dengan satu orang untuk satu desa.

BACA JUGA: Wanderlust Indonesia - GoodTalk Offline Session Vol.1

Ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk lolos seleksi Pengajar Muda. Seperti kesehatan, suka tantangan, dan yang menarik adalah peserta akan ditempatkan di daerah yang belum pernah ia tempati sama sekali.

Misalnya, peserta dari Kalimantan tidak akan mengajar di Kalimantan. Dia akan ditempatkan di Sumatra misalnya, atau Maluku, atau daerah-daerah lainnya.

Selain itu, Indonesia Mengajar juga mengikuti standar pemerintah dalam menjaring peserta Pengajar Muda. Para peserta minimal harus lulus S1 atau D4, sesuai standar yang ditetapkan pemerintah dalam kriteria tenaga pengajar

Pemilihan lokasi penempatan juga memiliki kriteria tersendiri. Seperti apakah di lokasi itu ada cukup tenaga pengajar, dan apakah pemerintah setempat memberi izin bagi Indonesia Mengajar untuk mengirim tenaga pengajar ke sana.

BACA JUGA: Wanderlust Indonesia - GoodTalk Offline Session Vol.1 (Part 2)

Bicara tentang izin pemerintah setempat, Indonesia Mengajar sempat menemui kendala seperti dicurigai sebagai utusan partai politik, dicurigai sebagai mata-mata, bahkan sempat dikira hendak melaporkan penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Namun, itu tak menyurutkan semangat IM untuk terus melanjutkan program mulianya.

Komunikasi dengan warga setempat terus dilakukan, hingga akhirnya Indonesia Mengajar mendapat kepercayaan dan terus menjalin hubungan positif dengan warga setempat.

***

EKSIS vol. 4 merupakan lanjutan dari rangkaian program EKSIS yang di tiga edisi sebelumnya diadakan di kantor GNFI Surabaya. Di acara kali ini, sesi akhir ditutup dengan pemberian merchandise I’m Good Store dari CEO GNFI, Wahyu Aji.***

Serah terima merchandise I'm Good di akhir sesi acara | Foto: Itsnain Saputra/GNFI

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi43%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Gasmin, Inovasi Puslitbang Tekmira yang Hemat Energi 40 Persen Sebelummnya

Gasmin, Inovasi Puslitbang Tekmira yang Hemat Energi 40 Persen

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.