Indonesia Curi Perhatian di Ajang Pasar Buku Internasional Terbesar di Dunia

Indonesia Curi Perhatian di Ajang Pasar Buku Internasional Terbesar di Dunia

London Book Fair © British Council

"Indonesia betul-betul menarik perhatian sebagai market focus country" dengan program-program budayanya yang menampilkan keberagaman dan kekayaan 17 ribu pulau tak hanya melalui buku, namun juga kuliner, fashion, dan yang lainnya,” ujar Jack Thomas, Direktur "London Book Fair 2019", dikutip Kompas.com.

Pernyataan Jacks Thomas ini mengemuka di hari terakhir acara London Book Fair 2019 yang berlangsung di Olympia London, 12-14 Maret 2019, sekaligus memberi penekanan kehadiran Indonesia sebagai Market Focus tidak hanya menampilkan sektor penerbitan namun juga sektor industri kreatif lainnya.

Indonesia menjadi adalah negara Asia Tenggara pertama yang mendapat kepercayaan sebagai Market Focus Country. Sebagai Market Focus Country, Indonesia dapat memperkenalkan konten literasi, penerbitan, serta industri kreatif kepada publik Inggris dan pasar internasional.

Buku-buku yang dibawa ke London Book Fair 2019 oleh Bekraf. Foto: JP/Devina Heriyanto
Buku-buku yang dibawa ke London Book Fair 2019 oleh Bekraf. Foto: JP/Devina Heriyanto

Menurut laporan Katadata.co.id, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membawa sekitar 450 judul buku serta konten sektor ekonomi kreatif lain dalam pameran London Book Fair 2019. Dari angka tersebut, 23 judul terjual ke penerbit asing, dengan 408 judul bukul lainnya masuk dalam tahap negosiasi.

Indonesia juga berhasil meraih kesepakatan pendistribusian secara global film November 12th (Battle of Surabaya) oleh Amazon Inggris dan Netflix dengan nilai proyeksi mencapai 1,6 juta dolar Amerika Serikat.

Sebagai perbandingan pada LBF 2018 terjual 14 judul hak cipta selama pameran dan 135 judul dalam proses negosiasi.

Paviliun Indonesia di London Book Fair 2018. Foto: Tempo
Paviliun Indonesia di London Book Fair 2018. Foto: Tempo

Keberhasilan Bekraf dalam pameran ini tidak hanya teraih dari sisi penjualan namun juga kerjasama distribusi buku dengan 5 distributor internasional dari Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat untuk mendistribusikan buku-buku Indonesia yang sudah berbahasa Inggris ke Amerika, Inggris, Uni Eropa, Australia, dan India.

Beberapa distributor ini adalah Thames & Hudson (distributor besar Inggris), Gazelle (Prancis), PGUK (Publishers Group United Kingdom), dan Flavio Marcello (Italia).

“Dengan ditandatanganinya kontrak dengan 5 distributor ini, kami sangat bangga karena berhasil mendukung ekspor konten-konten Indonesia ke dunia internasional, dan menunjukkan komitmen kami untuk memperkenalkan dan membangun kerja sama industri kreatif Indonesia dengan pasar mancanegara,” ujar Ricky Pesik, Wakil Kepala Bekraf pada Kompas.com.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau38%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

5 Negara Utama Asal Wisatawan Mancanegara di Indonesia Versi Twitter Sebelummnya

5 Negara Utama Asal Wisatawan Mancanegara di Indonesia Versi Twitter

Perbedaan Tradisi Pencak Silat Indonesia dan Silat Malaysia Yang Sama-Sama Menjadi Warisan Budaya Dunia Selanjutnya

Perbedaan Tradisi Pencak Silat Indonesia dan Silat Malaysia Yang Sama-Sama Menjadi Warisan Budaya Dunia

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.