Sebagai pemuda ASEAN yang mana memiliki ikatan kuat antar negara baik itu institusi maupun pemudanya tentunya ada keinginnan untuk berkumpul dan berdiskusi. Hal ini lah yang dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Ankara (PPI Ankara) yang diketuai oleh Ikhlasul Amal.

23 Maret lalu di kantor YTB, acara yang diorganisir oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Ankara dan Malaysia Students Association in Ankara (MASAT) melambungkan nama Indonesia. terdapat lebih dari 100 orang yang hadir yang berasal dari negara yang berbeda seperti Malaysia, Thailand, Filipina, India dan Turki.

Dalam acara yang dihadiri oleh Minister Counselor kedutaan Malaysia di Ankara Amal M. Asarani Dan Fungsi Perangan Sosial dan Budaya (PENSOSBUD) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara Hafid Apriliyan Santosa terdapat budaya-budaya Indonesia yang dipajang dengan apik. tak hanya itu makanan Indonesia seperti Bakwan pun juga dihidangkan.

Sebuah tarian tradisional Indonesia yang ditampilkan diacara tersebut pun mengundang tepuk tangan meriah dari para peserta dan pembicara yang datang.

Di helatan yang sama, terdapat deklarasi pembentukan ASEAN Students Community yang rencananya akan menjadi wadah bagi para pelajar Asia Tenggara untuk berkumpul dan mengeratkan tali persaudaraan dengan dasar semangat ASEAN Community.

Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari keinginan PPI Turki kepengurusan 2017/2018 untuk membentuk ASEAN Student Community yang belum pernah ada selama ini. Deklarasi ini ditandatangani oleh perwakilan organisasi pelajar yakni Nur Izzah Binti Fakharuldin (Presiden MASAT) yang juga merupakan salah satu inisiator terbentuknya komunitas ASEAN di Turki berkewarganegaraan Malaysia, Darliz Aziz (Ketua PPI Turki), Kyle Christian Manejero (perwakilan FSA) dan Fadel Chehae (ketua TSAT).

Pihak YTB menyambut baik acara seperti ini yang mana merupakan kerjasama dari PPI Ankara, PPI Turki, MASAT, Thailand Students Association (TSA) dan Filipina Student Association (FSA)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu