LRT Jabodebek Pecahkan Dua Rekor Dunia

LRT Jabodebek Pecahkan Dua Rekor Dunia

LRT Jabodebek © Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Dua rekor dunia dipechkan oleh LRT Jabodebek.
  • Rekor pertama adalah longspan terpanjang dengan struktur u-box girder.
  • Rekor kedua adalah jembatan lengkung terpanjang dari beton untuk kereta api.

Walau belum selesai dibangun, tapi LRT (Light Rail Transit) Jabodebek sudah memecahkan dua rekor dunia. Kedua rekor tersebut adalah longspan terpanjang dengan struktur u-box girder, dan jembatan lengkung terpanjang dari beton untuk kereta api.

Longspan merupakan jembatan yang melintas di atas jalan, jembatan eksisting, atau sungai, yang bentang tengahnya (jarak antarpilar) lebih dari 45 meter. Longspan LRT yang berada di tol JORR (Jakarta Outer Ring Road), membentang sepanjang 90 meter, mengalahkan rekor yang dipegang Dubai Metro Viaduct sepanjang 72 meter.

Longspan JORR ini terpanjang di dunia untuk konstruksi u-box girder. Di sini 90 meter, inilah yang terpanjang di dunia,” ucap Direktur Utama PT. Adhi Karya (Persero) Tbk., Budi Harto, dikutip dari WartaKota.

BACA JUGA: Depok Akan Miliki LRT Sendiri

Longspan di JORR adalah satu dari empat longspan yang dimiliki LRT Jabodebek. Tiga longspan lainnya terdapat di Cililitan (atas tol Jagorawi), Cikoko (atas jalur KRL dekat stasiun Cawang dan Jalan Cikoko Barat, dan di atas sungai Kali Bekasi.

Kemudian untuk rekor dunia kedua yang dipecahkan adalah jembatan lengkung terpanjang dari beton untuk kereta api. Ini terdapat di jembatan yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Rasuna Said sepanjang 148 meter.

“Insya Allah di Jalan Rasuna Said itu adalah terpanjang di dunia untuk kereta api. Saat ini jembatan lengkung yang terpanjang adalah 135 meter, tapi menggunakan konstruksi baja. Kalau kita itu nanti menggunakan beton,” ujar Budi Harto menambahkan.

BACA JUGA: Apa Bedanya MRT, LRT, dan KRL?

LRT Jabodebek diprediksi rampung sepenuhnya pada tahun 2021, tapi sudah bisa diuji coba di akhir tahun 2019. Hingga 22 Maret 2019 progres pekerjaan telah mencapai rata-rata 59,64% dengan rincian Lintas Pelayanan 1 Cawang-Cibubur (79,69%), Lintas Pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (47,95%), dan Lintas Pelayanan 3 Cawang-Bekasi Timur (53,84%).


Sumber: WartaKota, sea.infra

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga74%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi1%
Pilih TerpukauTerpukau6%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sekolah Waldorf Kini Hadir di Indonesia Sebelummnya

Sekolah Waldorf Kini Hadir di Indonesia

Wow! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara  Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia Selanjutnya

Wow! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.