[Bagian 3] Warga Indonesia Dalam Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2019

[Bagian 3] Warga Indonesia Dalam Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2019

Windy Natriavi salah satu pendiri AwanTunai © Sumber: efounders fellowship

Amanda Susanti, Angky William, Aries Susanti Rahayu, Aruna Harsa, Benz Budiman, Denica Flesch, dan Ellen Nio merupakan 7 pemuda Indonesia dari 17 pemuda yang berhasil terpilih di daftar bergengsi 30 Under 30 Asia 2019 oleh majalah ternama Amerika Serikat, Forbes. Profil lengkap ke-7 pemuda Indonesia yang berada di dalam daftar tersebut dapat diakses di artikel bagian 1.

Menambahkan 7 pemuda Indonesia tersebut, Gitta Amelia, Haryanto Tanjo, James Prananto, Payfazz (Hendra Kwik, Jefriyanto, & Ricky Winata), Saab Shares (Elena & Sabrina Bensawan) juga berhasil terpilih mengalahkan ribuan kandidat lainnya yang juga turut diseleksi oleh para juri hingga akhirnya layak berada di dalam daftar tersebut. Profil lengkap dari 5 pemuda ini dapat diakses di artikel bagian 2.

Kemudian melengkapi daftar 17 pemuda asal Indonesia yang berhasil memberikan perubahan dengan usaha dan prestasinya ialah Steven Wongsoredjo, StickEarn (Archie Carlson, Sugito Alim, Garry Limanata, & Hartanto Alim), Tiffany Robyn Soetikno, Warung Pintar (Agung Bezharie, Harya Putra, & Sofian Hadiwijaya), dan Windy Natriavi.

Berikut profil lengkap dari 5 nama terakhir yang melengkapi daftar tersebut:

STEVEN WONGSOREDJO, 26 Tahun, Jakarta, Salah satu pendiri Nusantara Technology

Steven Wongsoredjo menjadi featured honoree di daftar Forbes 30 under 30 Asia 2019 | Sumber: Forbes
Steven Wongsoredjo menjadi featured honoree di daftar Forbes 30 under 30 Asia 2019 | Sumber: Forbes

Setelah lulus dari Columbia University dan kembali ke Indonesia, Steven Wongsoredjo memulai Nusantara Technology, sebuah media digital yang berfokus pada milenial dan startup pemasaran. Lini produknya termasuk Keepo.me, YuKepo.com, dan PlayingViral, yang telah berkembang menjadi lebih dari 35 juta kunjungan bulanan dan satu juta pengikut. Nusantara Technology menjadi startup media Indonesia pertama yang diterima dalam program Y Combinator di Sillicon Valley dan pelanggannya termasuk perusahaan-perusahaan Fortune 500 seperti P&G dan Singapore Airlines, serta ribuan bisnis kecil dan menengah di seluruh Asia Tenggara.

Dengan keinginannya berkontribusi terhadap Indonesia melalui Nusantara Technology, Steven Wongsoredjo berada di dalam daftar tersebut di bawah kategori Media, Marketing, & Advertising 2019.

STICKEARN, Archie Carlson, Sugito Alim, Garry Limanata, & Hartanto Alim, Para pendiri StickEarn

Pendiri StickEarn: Archie Carlson, Sugito Alim, Hartanto Alim dan Garry Limanata | Sumber: DailySocial
Pendiri StickEarn: Archie Carlson, Sugito Alim, Hartanto Alim dan Garry Limanata | Sumber: DailySocial

StickEarn didirikan oleh Archie Carlson dan Sugito Alim dengan 2 mitra lain: Garry Limanata dan Hartanto Alim. Startup adtech, yang didirikan pada 2017 ini memperoleh dana awal 1 juta dolar Amerika dari East Ventures pada tahun yang sama dan bertindak sebagai perantara antara pengiklan dan pemilik mobil, yang dibayar oleh StickEarn untuk memasang iklan di mobil mereka. Menurut perusahaan ini, StickEarn telah mendukung lebih dari 200 klien yang menjangkau 17 industri di Indonesia, dan telah membayar 2 juta dolar Amerika sebagai penghasilan tambahan kepada lebih dari 60.000 pengemudi.

StickEarn membawa empat pendirinya di dalam daftar tersebut di bawah kategori Media, Marketing, & Advertising 2019.

TIFFANY ROBYN SOETIKNO, 25 Tahun, Jakarta, Pendiri PT. Global Urban Esensial (GUE)

Tiffany Robyn Soetikno | Sumber: Kompasiana
Tiffany Robyn Soetikno | Sumber: Kompasiana

Tahun 2015, Tiffany Robyn Soetikno mendirikan Global Urban Esensial (GUE), perusahaan kesehatan digital berbasis di Indonesia yang bertujuan membangun ekosistem untuk memungkinkan manajemen pasien yang lebih baik. GUE terdiri dari empat platform termasuk penerbit kesehatan online, aplikasi seluler pengasuhan anak, aplikasi manajemen diabetes, dan pasar layanan kesehatan online. Secara keseluruhan, GUE membantu mengelola lebih dari 400.000 pengguna dan pasien di negara ini.

Perusahaan dan manfaat yang disebarluaskan oleh perusahaan yang didirikan Tiffany ini membawanya ke dalam daftar tersebut di bawah kategori Healthcare & Science 2019.

WARUNG PINTAR, Agung Bezharie, Harya Putra, & Sofian Hadiwijaya, Para pendiri Warung Pintar

Agung Bezharie, Harya Putra, & Sofian Hadiwijaya | Sumber: Forbes

Agung Bezharie, Harya Putra, dan Sofian Hadiwijaya merupakan pendiri startup ritel Indonesia Warung Pintar. Para pendiri Warung Pintar ini percaya bahwa bisnis mikro akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang, dan telah menciptakan lebih dari 1.200 kios di seluruh nusantara yang dioperasikan oleh lebih dari 500 pengusaha mikro. Warung Pintar telah mengumpulkan 8 juta dolar Amerika dalam pendanaan awal dari SMDV, East Ventures, Insignia Ventures Partner, Digital Garage, Triputra Group, dan berbagai investor lainnya.

Dari inovasi visionernya ini, mereka berada di dalam daftar ini di bawah kategori Retail & E-Commerce 2019.

WINDY NATRIAVI, 28 Tahun, Jakarta, Salah satu pendiri AwanTunai

Windy Natriavi | Sumber: Majalah SWA
Windy Natriavi | Sumber: Majalah SWA

Setelah beberapa tahun berada di Go-Jek dan McKinsey, Windy Natriavi menemukan kenyamanan untuk melayani 100 juta orang yang tidak terjangkau sistem keuangan Indonesia. Pada 2017, ia mendirikan AwanTunai, sebuah startup fintech yang menyediakan modal kerja untuk pedagang mikro dan pinjaman konsumen untuk peminjam yang tidak memiliki rekening bank. Sebagai anggota program inkubator PayPal Singapura, AwanTunai telah bekerja melalui 300.000 aplikasi pinjaman dan memberikan pinjaman modal kerja kepada 3.000 pedagang mikro. Baru-baru ini memperoleh 4,3 juta dolar Amerika dalam pendanaan Seri A dari Insignia Ventures Partners dan investor lainnya.

Jika melihat dari nama-nama yang terdaftar di dalam masing-masing profil dari 17 nama yang terdapat di daftar Forbes 30 under 30 Asia tersebut sesungguhnya tidak hanya 17 pemuda Indonesia saja yang terdapat di dalam daftar tersebut melainkan 25 pemuda Indonesia yang tergabung di dalam beberapa nama seperti Payfazz, Saab Shares, StickEarn, dan Warung Pintar.

Hebat ya mereka-mereka ini, masih muda namun sudah bisa berkarya dan membantu orang lain. Selamat kepada seluruh pemuda Indonesia yang terpilih di dalam daftar Forbes 30 under 30 Asia 2019. Semoga kita-kita pemuda yang lain bisa memiliki semangat yang sama seperti yang dimiliki mereka semua yang ada di dalam daftar tersebut.


Sumber: Forbes

Pilih BanggaBangga54%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi38%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

[Bagian 2] Warga Indonesia Dalam Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2019 Sebelummnya

[Bagian 2] Warga Indonesia Dalam Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2019

Batik dan Blangkon Warnai Indonesia Open 2019 Selanjutnya

Batik dan Blangkon Warnai Indonesia Open 2019

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.