Sah! Sanksi Menunggu Bagi yang Merokok Sembarangan di Surabaya

Sah! Sanksi Menunggu Bagi yang Merokok Sembarangan di Surabaya

Ilustrasi © Unsplash.com

Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) resmi diketok, Kamis (4/4/2019). Keputusan yang dihasilkan dalam rapat paripurna DPRD Surabaya itu mengesahkan larangan merokok di beberapa fasilitas publik. Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengatakan, kawasan tanpa rokok yang dimaksud adalah kantor atau gedung, baik swasta atau kantor pemerintahan. Selain itu, tempat ibadah, area bermain anak, mal, rumah sakit dan sarana kesehatan juga ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.

Bagi yang tetap nekat merokok bisa didenda Rp 250 ribu.

Kemudian semua pengelola, pemilik, dan pejabat yang berwenang wajib memasang tanda larangan merokok. Mereka juga wajib menyediakan lahan di luar gedung untuk membangun fasilitas ruang atau tempat merokok. Jika melanggar, mereka bisa didenda Rp 50 juta hingga kurungan penjara selama tiga bulan.

"Jadi merokok sekarang harus di luar. Tidak di dalam gedung," kata Masduki, Kamis. Karena merokok tidak boleh lagi di dalam gedung, lanjut dia, instansi pemerintahan atau perusahaan swasta wajib membangun fasilitas atau ruangan untuk tempat merokok di luar gedung.

Sementara itu Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, pihaknya akan menyosialisasikan Perda KTR mulai minggu depan. Hendro akan mengerahkan Satpol PP. Pemkot juga akan memasang rambu larangan merokok di sejumlah tempat.

“Teknisnya akan kami coba ingatkan, kemudian kami akan berikan tanda khusus bahwa ini adalah KTR. Kami juga segera kirim surat edaran ke seluruh stakeholder. Mereka harus menaati itu,” tegas Hendro.

“Sanksinya orang per orang. Termasuk nanti kalau sudah ada KTR, ya tempat merokok tidak boleh dibangun,” lanjutnya.

Sumber : Jawa Pos | Kompas

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih25%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bakal Lebih Efisien! BI Akan Standarisasi QR Code dari 19 Perusahaan E-Wallet Sebelummnya

Bakal Lebih Efisien! BI Akan Standarisasi QR Code dari 19 Perusahaan E-Wallet

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi Selanjutnya

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.