• Setelah epos Mahabarata dan Ramayana, bisa jadi cerita Menak merupakan karya fiksi yang paling banyak menginspirasi masyarakat Jawa, baik dari kalangan rakyat kecil hingga kaum pembesar di masa lalu.
  • Yang paling fenomenal adalah Menak Amir Hamzah yang merupakan transformasi dari sastra Melayu Hikayat Amir Hamzah. sebuah epos yang mengkisahkan kepahlawanan tokoh Amir Hamzah, paman Nabi Muhammad SAW. Di dalam cerita itu, tokoh Amir Hamzah digambarkan sebagai pahlawan yang hebat dan gagah berani, seorang tokoh penyebar Islam.
  • British Library yang berbasis di London ternyata menyimpan sebuah manuskrip Menak Amir Hamzah ini yang ditulis dengan Arab Pegon. Seorang kurator dari British Library menyebutkan bahwa manuskrip ini menjadi manuskrip berbahasa Jawa paling tebal yang ada di British Library.
  • Menurut British Library, naskah ini berasal dari istana Yogyakarta dan ditulis untuk Ratu Ageng (sekitar 1730-1803), seorang istri dari sultan pertama Yogaykarta, Sultan Hamengku Buwono I, dan ibu dari Sultan Hamengku Buwono II.

Setelah epos Mahabarata dan Ramayana, bisa jadi cerita Menak merupakan karya fiksi yang paling banyak menginspirasi masyarakat Jawa, baik dari kalangan rakyat kecil hingga kaum pembesar di masa lalu. Kisah Menak ini kemudian melahirkan sejumlah karya sastra dan budaya yang bermutu tinggi dengan tanpa mengabaikan aspek sosial dan moral yang mendidik. Cerita Menak merupakan inspirasi bagi lahirnya Wayang Menak yang sering dahulu dipentaskan sebagai tontonan rakyat kecil hingga bangsawan di Kraton. Menyusul kemudian Wayang Golek Menak dan Wayang Orang Menak. Sejumlah sendratari juga lahir dari cerita Menak ini.

Yang paling fenomenal adalah Menak Amir Hamzah yang merupakan transformasi dari sastra Melayu Hikayat Amir Hamzah, di mana Hikayat Amir Hamzah pun berasal dari sebuah wiracarita Persia berjudul Qissa il Emir Hamza, yaitu sebuah epos yang mengkisahkan kepahlawanan tokoh Amir Hamzah, paman Nabi Muhammad SAW. Di dalam cerita itu, tokoh Amir Hamzah digambarkan sebagai pahlawan yang hebat dan gagah berani, seorang tokoh penyebar Islam.

Menak Amir Hamza | British Library
Caption

Menak Amir Hamzah sangat populer di kalangan masyarakat Jawa yang umumnya sangat menyukai cerita-cerita kepahlawanan (epos) yang mengedepankan sifat satria, keprajuritan, pantang menyerah, dan perjuangan.

British Library yang berbasis di London ternyata menyimpan sebuah manuskrip Menak Amir Hamzah ini yang ditulis dengan Arab Pegon. Seorang kurator dari British Library menyebutkan bahwa manuskrip ini menjadi manuskrip berbahasa Jawa paling tebal yang ada di British Library.

“Naskah ini adalah naskah yang paling besar di British Library dari sehi jumlah halaman dalam satu jilidan, lebih dari 3000 halaman,” tutur Annabel Gallop, kurator khusus Naskah Asia Tenggara di British Library, seperti dikutip dari Islami.co.

Penanda di manuskrip Menak Amir Hamza | British Library
Caption

Menurut British Library, naskah ini berasal dari istana Yogyakarta dan ditulis untuk Ratu Ageng (sekitar 1730-1803), seorang istri dari sultan pertama Yogaykarta, Sultan Hamengku Buwono I, dan ibu dari Sultan Hamengku Buwono II.

Dalam pengantar ia disebut Prabu Wanodeya/Kang Jumeneng Ratu Agung/Kang Ngedhaton Tegalreja (Raja perempuan/yang memerintah sebagai Ratu Agung/dan memiliki istananya di Tegalreja). Ratu Ageng adalah putri seorang pemuka Islam dan dikenal sebagai seorang Muslim yang taat.

Naskah itu disalin beberapa waktu setelah 1792 (dan sebelum 1812, ketika diambil oleh pasukan Inggris dari istana Yogyakarta), tetapi tidak diketahui berapa lama waktu menyalin naskah yang sangat besar ini.

Proses digitalisasi Menak Amir Hamza | British Library
Caption

Saat ini, semua orang bisa menikmati naskah-naskah Menak Amir Hamzah tersebut (dalam aksara Jawa maupun Arab pegon) secara di link berikut Javanese Manuscripts from Yogyakarta Digitisation Project.

Sumber: British Library | Islami.co | Islamindonesia.com | susiyanto.wordpress.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu