20 April, Battle of Surabaya Tayang di Keong Mas

20 April, Battle of Surabaya Tayang di Keong Mas

Manajer Keong Mas dan CEO MSV Studio menandatangai kerjasama penayangan film Battle of Surabaya.

Kalau Sydney mempunyai Sydney Opera House berbentuk cangkang yang fenomenal, maka Indonesia memiliki Gedung Teater IMAX Keong Mas di kompleks Taman Mini Indonesia Indah.

Sebagian besar siswa Indonesia pernah masuk Keong Mas saat berdarma wisata bersama sekolah. Film yang ditayangkan di Keong Mas biasanya menonjolkan keanekaragaman budaya Indonesia.

Selain film keanekaragaman Indonesia, beberapa film box office dunia pilihan juga ditayangkan. Bagaimanapun, tidak sembarang film bisa tayang di Keong Mas.

Ada berita gembira yang berhembus positif. Selain film Hollywood, kini Keong Mas akan menayangkan film produksi Indonesia yaitu Battle of Surabaya. Film ini adalah film animasi 2D pertama yang diproduksi murni oleh anak bangsa.

Sebagai karya putra bangsa pertama, film ini ternyata tidak malu-maluin karena hingga berita ini diturunkan telah menyabet puluhan penghargaan internasional tidak terkecuali dari Hollywood.

Film Battle of Surabaya yang dikenal di dunia internasional sebagai November 10th akan tayang perdana pada tanggal 20 April 2019. Pada penayangan perdana tersebut, para penonton juga bisa mendapatkan aneka macam official merchandise Battle of Surabaya.

Penayangan film BoS (demikian Battle of Surabaya biasa disingkat) merupakan hasil kerja sama manajer teater Keong Mas yaitu H. Ery Subada, S.E. dengan CEO MSV Studio Aryanto Yuniawan. Kerja sama ini merupakan tonggak bersejarah ditayangkannya film animasi layar lebar Indonesia pertama di Teater Keong Emas.

Teater IMAX Keong Emas merupakan tempat pemutaran dan pertunjukan film khusus dengan teknologi canggih. Bentuk bangunannya menyerupai cangkang keong raksasa yang dirancang oleh arsitek Indonesia, dan mulai beroperasi sejak tanggal 20 April 1984.

Bentuk bangunan dirancang sempurna untuk ruangan teater, dengan berbagai sarana akustik yang diatur sedemikian rupa, sehingga frekuensi suara menyebar ke seluruh ruangan dan terasa lebih nyata.

Tujuan awal dibangunnya Keong Mas adalah sebagai sarana rekreasi edukatif untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya bangsa melalui layar raksasa yang sangat canggih. Melalui proyektor IMAX, penonton memang akan merasa masuk ke dalam film yang ditayangkan.

Film yang ditayangkan ada dua jenis, yaitu IMAX dan IMAX DMR. Film IMAX yang ditayangkan saat itu adalah film Indonesia Indah I, Indonesia Indah II (Anak-anak Indonesia), Indonesia Indah III (Indonesia Untaian Manikam di Khatulistiwa), dan Indonesia Indah IV (Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia). Semuanya menunjukkan keindahan lingkungan, kekayaan alam, dan keragaman budaya Indonesia.

Kemudian film luar negeri yang pernah ditayangkan diantaranya Wild Ocean, T-Rex, Speed, The Limit, dll. Adapun film IMAX DMR mencakup film action dan laga dengan kecanggihan teknologi IMAX EXPERIENCE 70 mm seperti film Harry Potter, Spiderman, dan Transformers yang membuat penonton akan lebih merasakan ketegangannya.

Seiring perkembangan zaman, generasi millennial membutuhkan hal yang lebih dari itu. Karenanya, Keong Mas melakukan diversifikasi produk dengan menghadirkan panggung multifungsi dan proyektor digital merk Epson EB L25000U yang mampu menghadirkan film berkualitas 4K.

Keunggulan proyektor tersebut merupakan proyektor 3LCD dengan lumens tertinggi dengan tingkat kecerahan paling tinggi pula. Ia mampu memberikan vibran gambar dalam jangka waktu panjang dan bisa dioperasikan secara terus menerus hingga 20.000 jam.

Output Full HD Wide Screen Display Native WUXGA (1920 x 1200) dengan susunan lensa 4K Compatible dan fitur 4K Enhancement itulah yang membuat proyeksi gambar terlihat lebih nyata.

Padahal kualitas tampilan sebelumnya sudah di atas rata-rata bioskop biasa. Teknologi terbaru tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia saat ini.

Selain kualitas proyektor yang lebih bagus, kehadiran panggung multifungsi memungkinkan Teater Keong Mas memanfaatkan fungsi lain dari sebuah gedung teater bagi masyarakat atau pihak swasta, di antaranya yaitu sebagai tempat peluncuran produk, iklan, kegiatan komunitas, acara keagamaan, wisuda, gathering, hingga sosialisasi program.

Gedung Teater IMAX Keong Mas berkapasitas 811 kursi reguler dan 36 kursi VIP di balkon tersebut dikunjungi oleh 400.000 orang setahun. Empat lahan parkir yang ada mampu menampung 10.000 pengunjung dan lobby ruang tunggu mampu menampung 1.000 pengunjung.

Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan lokasi indoor maupun outdoor. Diharapkan, kualitas proyektor 4K dan kehadiran panggung multifungsi akan menambah kunjungan dan okupansi.

IMAX sendiri merupakan singkatan dari Image Maximum, sebuah proyeksi film yang memiliki kemampuan menampilkan gambar dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar dari film konvensional lainnya.

Layar IMAX di Teater Keong Mas adalah 21,5 meter x 29,3 meter. IMAX sebenarnya merupakan Proyek Standar Perfilman yang dibuat oleh perusahaan Kanada, IMAX Corporation, dan dikembangkan oleh Graeme Ferguson, Roman Kroitor, Robert Kerr, dan William C. Shaw.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pesona Hutan Trembesi Djawatan Banyuwangi Sebelummnya

Pesona Hutan Trembesi Djawatan Banyuwangi

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I) Selanjutnya

Perairan di Indonesia dengan Kemunculan Lumba-Lumba (Bagian I)

Suci Kusumastuti
@johntravolta

Suci Kusumastuti

a Simple Girl

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.