Perusahaan farmasi milik negara PT Kimia Farma, bekerja sama dengan Rumah Cerdas Indonesia dan Dompet Dhuafa, membuka klinik apung di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari Kamis.

Direktur umum dan sumber daya manusia Kimia Farma Arief Pramuhanto mengatakan klinik apung ini adalah proyek pertama perusahaan dan akan direplikasi di sejumlah daerah dan provinsi lain.

"Kami telah berjanji untuk mengambil bagian dalam membuat orang sehat di seluruh negeri," kata Arief.

Klinik apung, yang terdiri dari speedboat berkapasitas 20 penumpang yang dimodifikasi, dapat dihadirkan oleh hibah dari pemerintah Lombok Barat. Kimia Farma bertanggung jawab atas operasi dan pemeliharaannya, sementara paramedis disediakan oleh Dompet Dhuafa, katanya.

Klinik ini akan menjangkau tujuh pulau kecil di bagian selatan kabupaten dan diharapkan dapat melayani lebih dari 900 keluarga di wilayah tersebut, termasuk Telaga Lupi, Teluk Gok, Gili Nanggu, Gili Gede, Gili Asahan, Bangko-Bangko, dan Geresak.

Bentuk dari Klinik Apung yang dijalankan oleh Kimia Farma bersama Rumah Cerdas Indonesia dan Dompet Dhuafa | Sumber: Republika
Bentuk dari Klinik Apung yang dijalankan oleh Kimia Farma bersama Rumah Cerdas Indonesia dan Dompet Dhuafa | Sumber: Republika

Layanan yang tersedia termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan bantuan spesialis untuk ibu dan anak, layanan darurat, rujukan untuk layanan lanjutan, dan program pencegahan.

"Sebuah perpustakaan yang disediakan oleh Rumah Cerdas juga tersedia untuk anak-anak di pulau yang dikunjungi," kata Arief.

Kepala Badan Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi mengatakan bahwa klinik itu akan membantu meningkatkan status kesehatan provinsi NTB. "Kami memiliki 278 pulau kecil selain Lombok dan Sumbawa," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Rahman Sahnan Putra mengatakan setidaknya ada 27 pulau kecil di bagian selatan kabupaten. Orang-orang di sana dapat mengakses layanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di kabupaten Lembar dan Sekotong. Tetapi, kebanyakan dari mereka tidak dapat mengaksesnya karena jarak.

"Klinik terapung ini akan membawa layanan kesehatan lebih dekat dengan mereka," katanya.


Sumber: Jakarta Post

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu