• Ada banyak cara yang dilakukan di sekolah-sekolah Kalimantan Timur dalam memperbanyak pengadaan buku.
  • Beberapa menjalin kerja sama dengan perusahaan, ada pula yang memiliki trik-trik unik.
  • Berikut adalah rangkuman trik-trik sekolah di Kaltim dalam memperbanyak jumlah buku.

Buku menjadi salah satu elemen penting dalam proses belajar mengajar di sekolah, tapi sayangnya tidak semua sekolah memiliki ketersediaan buku yang memadai. Untuk mengatasinya beberapa sekolah di Kalimantan Timur memiliki strategi untuk menarik sumbangan buku dari masyarakat.

Dilansir dari siaran pers yang diterbitkan Tanoto Foundation, berikut adalah strategi-strategi sekolah di Kalimantan Timur dalam memperbanyak pengadaan buku melalui sumbangan masyarakat.

Madrasah Ibtidaiyah Asy-Syauqi Kukar: Kerja sama dengan perusahaan

Madrasah Ibtidaiyah Asy-Syauqi langganan membeli buku paket pelajaran pada sebuah perusahaan buku. Dengan cerdik, sang kepala madrasah, ibu Iip Syarifah, mengusulkan perusahaan membantu meningkatkan budaya literasi sekolah sebagai timbal balik pembelian buku tersebut,.

Ia mengusulkan perusahaan mengadakan reading day per kelas tiap minggu. Usul tersebut diterima, dan perusahaan sesuai jadwal membawa banyak buku cerita ke kelas. Selama kurang lebih satu jam, para siswa membaca dan menceritakan isi buku bacaan.

Perusahaan juga memberikan hadiah buku carita bagi siswa yang berani bercerita di depan teman-temannya dengan baik. Kegiatan seperti ini sudah berlangsung dua kali.

Foto: Tanoto Foundation

MI AL Aula Balikpapan: Kumpulkan buku dari paguyuban kelas dan arisan buku

Komite atau paguyuban kelas di Mi Al Aula cukup aktif untuk mengumpulkan buku. Ketua komite kelas satu yang sering datang ke sekolah, menghimbau para anggota paguyuban untuk menyumbangkan buku di rumah masing-masing untuk diletakkan di sudut baca.

Selain kegiatan tersebut, siswa kelas V MI Al Aula juga punya kreatifitas. Mereka membuat arisan buku. Seluruh siswa mengumpulkan uang untuk satu orang, dan hasilnya dibelikan buku yang kemudian diletakkan di pojok baca.

SDN 003 Tenggarong: Menarik Buku dari Calon Alumni

Untuk menambah jumlah buku, SDN 003 Tenggarong mewajibkan para siswa yang mau lulus menyumbangkan minimal satu buku buku cerita ke sekolah. Buku tersebut kemudian distempel tersendiri berupa stempel alumni.Setiap sekolah rata-rata mendapatkan 60 buku dari alumni.

MTs Balikpapan; Program Koinku untuk Buku

MTs 1 Balikpapan memiliki cara unik untuk mendulang buku. Sekali sebulan pada hari Senin setelah upacara, sekolah mengadakan sumbangan koinku untuk buku atau disingkat kutu buku.

Siswa yang ditunjuk khusus berkeliling menyodorkan kotak sumbangan. Dikarenakan jumlah siswa di madrasah tersebut berjumlah lebih dari seribu, hasil yang didapat cukup banyak, kurang lebih satu juta rupiah dalam sekali pengumpulan.

Uang yang didapat dibelikan buku lewat kelompok literasi yang aktif di Balikpapan yaitu Komunitas Bikers Sosial.

SMPN1 Balikpapan: Lomba Perpustakaan Mini Kelas

Atas inisiasi ibu Aryanti, SMPN Balikpapan mengawali gerakan literasi di sekolah dengan mengadakan lomba perpustakaan mini kelas. Mereka membentuk kepanitiaan yang terdiri dari guru bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Mereka mengundang orang tua siswa dan mengumumkan bahwa sekolah akan memulai gerakan literasi dengan lomba perpustakaan mini kelas yang akan dikelola orang tua siswa.

Salah satu kriteria ikut lomba perpustakaaan mini kelas adalah bukunya harus berjumlah minimal 60 dan sesuai dengan usia anak. Buku yang terkumpul dari lomba ini telah mencapai lebih dari 600 buku.

Madrasah Ibtidaiyah NU Balikpapan | Foto: Tanoto Foundation

Madrasah Ibtidaiyah NU Balikpapan: Arisan dan pengajian penggalangan dana

Pak Gunanto, kepala madrasah MINU, bukan hanya kepala madrasah biasa. Ia merupakan pedakwah aktif di komunitas. Untuk membangkitkan peran serta masyarakat masyarakat, ia menggagas pertemuan rutin.

Isi pertemuan adalah pengajian, arisan dan penggalangan dana. Saat pertemuan, dia melaporkan keadaan keuangan sekolah, pengeluaran dan pendapatan, serta kebutuhan yang masih harus dipenuhi. Penggalangan dana dilakukan lewat kotak amal, dan sumbangan bulan berjalan.

Hasil sumbangan dibelikan untuk kebutuhan sekolah, salah satunya buku-buku yang mengisi pojok baca dan taman baca.

Foto: Tanoto Foundation

Sekolah-sekolah di atas hanyalah beberapa contoh dari strategi menarik buku. Masih banyak trik-trik lain yang telah dijalankan banyak sekolah untuk memperoleh buku, seperti mengajukan proposal ke perusahaan, perpustakaan daerah, atau toko-toko buku.

Sekolah juga bisa menyelenggarakan bazaar buku dengan penerbit buku atau ikut dalam kegiatan-kegiatan literasi lain.**

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu