Mengenal Salah Satu Makanan yang Popular in Jaman Majapahit

Mengenal Salah Satu Makanan yang Popular in Jaman Majapahit

Ilustrasi © Youtube.com

Kerajaan Majapahit merupakan satu satu kerajaan di nusantara yangmasyhur di masa lalu. Kerajaan yang berpusat di Trowulan (kini masuk wilayah Mojokerto, Jawa Timur ini) memiliki pengaruh luas hingga ke negara-negara yang kini menjadi wilayah negara lain di Asia Tenggara. Kekuasaannya pun tergolong cukup lama, menurut sejarah, kerajaan besar ini lahir pada tahun 1293 M, dan runtuk sekitar tahun 1520 M, artinya hampir 2.5 abad (bandingkan dengan negara Indonesia yang 'baru' 74 tahun).

Kita banyak mengenal peninggalan Majapahit, prasasti-prasastinya, bekas kraton dan candi-candinya, namun...jarang dari kita yang mengenal makanan orang Majapahit. Seperti kita juga yang menyukai banyak makanan, ada banyak makanan khas Majapahit yang dulu populer di jamannya. Meski begitu, bukan hal yang mudah untuk menemukan bukti autentik resep-resep tradisi Kerajaan Majapahit. Di sejumlah prasasti yang ditemukan di era awal 900 Masehi hingga 940-an Masehi, termasuk sejumlah karya sastra lain yang menyebutkan tentang adanya makanan yang disajikan pada masa Majapahit bahkan sebelumnya, untuk acara-acara besar di masa itu.

Jukut Harsyan | sumber gambar: Dewisundari.com
Caption

Dari berbagai referensi sejarah, kuliner khas kerajaan Majapahit disebut mempunyai kemiripan dengan kuliner Bali yang kita kenal sekarang, hal ini tentu saja karena dulu banyak orang Majapahit yang menyeberang ke Bali menjelang keruntuhannya.

Nah, ada salah satu yang menarik perhatian penulis, yakni Jurkut Harsyan. Hidangan ini terdiri dari sup yang terbuat dari daging bebek dan potongan-potongan batang pisang muda. Batang pisang muda dipakai untuk menetralisir kolestrol tinggi yang terdapat pada daging bebek. Hidangan jukut hingga kini masih banyak ditemukan di Bali. Di masa itu, masyarakat Majapahit mempunyai cara sendiri untuk membuat masakannya harum dan dapat tercium dari kejauhan, yakni mencampurkan kemenyan dalam hidangan ini. Bumbu-bumbu Jurkut Harsyan ini menggunakan seruas kencur, yang melambangkan Yudhistira, 4 ruas lengkuas yang melambangkan Bima, dan 3 ruas kunyit yang melambangkan Arjuna.

(Sumber: Jawapos.com | DewiSundara.com | Suara.com)

Pilih BanggaBangga32%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau42%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Wisata Halal? Apa sih Artinya? Sebelummnya

Wisata Halal? Apa sih Artinya?

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.