Bandara untuk Pesawat Terbang Sudah Ada, Sambutlah Bandara untuk Helikopter. Pertama di Indonesia

Bandara untuk Pesawat Terbang Sudah Ada, Sambutlah Bandara untuk Helikopter. Pertama di Indonesia

Ilustrasi © Businessinsider.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

  • Indonesia kini memiliki bandara khusus helikopter (heliport) pertama yang berlokasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
  • Hanggar heliport ini berdaya tampung 50 Helikopter jenis Bell 505 atau setara 20 unit Helikopter type Bell 429 / Airbus H130.
  • Pembangunan Heliport itu diharapkan menjadi salah satu upaya menyediakan transportasi pilihan di Jabodetabek. Terutama untuk menuju ke Bandara Soekarno Hatta.

Indonesia kini memiliki bandara khusus helikopter (heliport) pertama yang berlokasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pembangunan tahap pertama heliport komersial kerja sama dan PT Whitesky Aviation dan PT Angkasa Pura II ini telah rampung.

Bandara khusus helikopter yang berlokasi di Jalan Perimeter Selatan, Neglasasi kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini siap dioperasikan. "Dengan rampungnya pembangunan tahap pertama itu, heliport komersial ini langsung bisa dioperasionalkan walau masih dalam tahap uji coba," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Tempo.co.

CEO Whitesky Denon Prawiraatmadja mengatakan, bandara khusus helikopter ini menempati lahan sekitar 2,7 hektar. "Pembangunan heliport ini menjadi salah satu pembangunan moda transportasi perkotaan terutama moda transportasi pendukung dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta," kata Denon.

Heliport pertama di Indonesia memiliki fasilitas yang lengkap untuk airport helikopter. Total nilai keseluruhan proyek rencananya bakal mencapai sekitar Rp 80 miliar. Fasilitas yang akan dibangun di antaranya adalah shooting point dengan instalasi lampu untuk mendukung terbang malam, 8 helipad, 10 hanggar, customer lounge, kafe, kawasan kantor, fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis (Helimedic) dan lain sebagainya.

Menurut Denon, hanggar heliport ini berdaya tampung 50 Helikopter jenis Bell 505 atau setara 20 unit Helikopter type Bell 429 / Airbus H130.

Bell 429 | Air Charter Service
Caption

Pembangunan Heliport itu diharapkan menjadi salah satu upaya menyediakan transportasi pilihan di Jabodetabek. Terutama untuk menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Sebelumnya, akses ke bandara tersebut bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, Damri, dan kereta bandara.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menyatakan, keselamatan penerbangan merupakan prioritas AirNav Indonesia.

“Termasuk juga dengan layanan helikopter dari dan ke bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya seperti dikutip JPNN.com. Untuk itu semua harus sesuai standar dan prosedur keselamatan. Dia menyatakan bahwa AirNav telah membuat SOP sehingga pelayanan helikopter tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan di bandara.

Sumber: Tempo.co | JPNN.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga55%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli23%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pictured Dragonet, Ikan Eksotis Yang Makin Langka Sebelummnya

Pictured Dragonet, Ikan Eksotis Yang Makin Langka

Sejarah Hari Ini (1 April 1905) - Batavia Meluas Usai Ubah Nama Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 April 1905) - Batavia Meluas Usai Ubah Nama

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.