Partisipasi Pemilih Difabel di Pemilu 2019

Partisipasi Pemilih Difabel di Pemilu 2019

Kebahagiaan setelah mencoblos © fadkus

Sebuah Panti Disabilitas Tuna Netra provinsi Jawa Tengah yang terletak di Kabupaten Temanggung ini merupakan lembaga sosial yang banyak dihuni penyadang disabilitas tuna netra dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Di hari yang bahagia ini sebagian ada yang pulang ke kampung halaman mereka masing masing, ada pula yang tetap tinggal di Panti Panganthi untuk melangsungkan Hajat Bangsa ini yaitu Pemilu 2019.

Rabu (17/4) pagi sejumlah 37 penghuni panti dan pendampingnya bersiap menuju sebuah TPS sekitar panti yang telah disediakan untuk warga sekitar dan penghuni panti yang ingin mencoblos di kabupaten Temanggung.

Berdoa bersama sebelum meneuju TPS
Berdoa bersama sebelum menuju TPS

Mereka bersiap siap membentuk barisan rapat untuk berjalan beriringan kurang lebih 300 meter jauhnya, menuju Balai Kelurahan Kertosari yang digunakan sebagai TPS 12 Kelurahan Kertosari Kabupaten Temanggung.

Di sanalah mereka akan melangsungkan hajatnya mencoblos di Pemilu tahun ini. Sebelum berjalan kaki bersama, mereka tak lupa memanjatkan Doa Bersama agar diberikan keselematan dalam perjalanan menuju TPS 12 yang tak begitu jauh.

Meskipun hanya dengan berjalan kaki, tetapi jika kurang hati-hati tetap saja menjadi sebuah rintangan bagi mereka. Bersama beberapa pembimbing dan pengasuhnya di panti mereka melangkah pelan tapi pasti menuju TPS 12.

Bersama sama menuju TPS
Bersama-sama menuju TPS

Setibanya di TPS 12 kelurahan Kertosari, tampak PPS tengah bersiap dan mempersiapakan kehadiran para pemilih berkebutuhan khusus ini, mulai dari tempat duduk untuk menunggu giliran, hingga Surat Suara Braille untuk mencoblos.

Sedikit keriuhan terjadi ketika mereka mencari tempat duduk, karena hanya dengan suara mereka bisa berkomunikasi, sehingga petugas PPS dan pendamping panti harus bekerja ekstra agar suasana kembali nyaman.

Setelah para pembimbing mengumpulkan surat undangan pemungutan maupun blangko A5 yang mereka bawa, tibalah KKPS memanggil nama nama mereka untuk maju bergiliran menandatangani daftar kehadiran mencoblos kali ini.

Mengambil surat suara
Mengambil surat suara

Satu per satu mereka didampingi para pembimbing dan pengasuh menuju meja pengambilan kertas suara, selanjutnya menuju bilik suara untuk mencoblos.

Di sinilah waktu terlama yang dibutuhkan, untuk membuka sampai mencoblos mereka harus didampingi agar tidak banyak waktu terbuang hanya untuk membuka dan melipat kertas suara.

Apalagi surat suara Braille yang membutuhkan waktu lebih pula dalam mencari nama atau partai pilihan mereka. Meskipun ada bantuan pembimbing PPS dan petugas lain, tetap saja waktu yang dibutuhkan lebih dari 3 menit per orang dalam bilik.

Mencoblos di bilik suara dengan bantuan pembimbing untuk membuka dan melipat kertas suara
Mencoblos di bilik suara dengan bantuan pembimbing untuk membuka dan melipat kertas suara

Selanjutnya lipatan kertas suara yang sudah tercoblos tadi dimasukkan ke kotak pemungutan dengan panduan petugas PPS dan para pendamping panti, hingga celup jari sebagai tanda bahwa mereka telah mencoblos.

Ada hal yang unik di obrolan ringan mereka setelah selesai mencoblos, yaitu tentang siapa calon pilihan mereka dan tentang siapa yang mereka dukung.

Meskipun mereka juga belum pernah melihatnya dan hanya tergambar di angan lewat cerita cerita atau berita radio dan televisi yang sering didengar, tetapi mereka tetap anak bangsa dan punya hak yang sama untuk menentukan arah bangsa.

Memasukan kertas suara ke Kotak suara
Memasukkan kertas suara ke kotak suara

Raut ceria dan bahagia terpancar dari wajah mereka, kebahagiaan yang sudah lama mereka tunggu akhirnya terlaksana.

Memang jauh hari sebelumnya bahkan semenjak tahun lalu banyak sosialisai Pemilu bagi mereka, sehingga dengan turut berpartisipasi dan menyukseskan Pemilu tahun ini mereka serasa melepaskan tugas berat menetukan arah bangsa dalam keterbatasan arah penglihatan mereka.

Tidak ada alasan golput bagi mereka. Keceriaan dan kebahagiaan mereka akan menjadi keceriaan dan kebahagiaan bangsa ini kemudian hari.

Terima kasih para penghuni Panti Paganthi Temanggung yang telah rela memberikan suara dalam keterbatasan dengan suka cita bahagia, kelak sumbangsih suaramu adalah pelita bagi kita semua.

celup jari ke tinta bukti ikut menentukan arah Bangsa meski tak bisa melihat arah
Celup jari ke tinta, bukti ikut menentukan arah bangsa meski mereka tak bisa melihat arah

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang75%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Bahan Baku Tinta Pemilu Sebelummnya

Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Bahan Baku Tinta Pemilu

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak Selanjutnya

Lepas Dari Gadget, Bank Indonesia Kenalkan Literasi Pada Anak

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.