Nyayu Aisyah, Doktor Termuda di FTUI. Masih 25 Tahun!

Nyayu Aisyah, Doktor Termuda di FTUI. Masih 25 Tahun!

Nyayu Aisyah (tengah) saat dianugerahi gelar doktor © Humas dan KIP UI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Masih berusia 25 tahun, Nyayu Aisyah sudah mengantongi gelar doktor.
  • Ini menjadikannya doktor termuda di FTUI.
  • Nyayu juga lulus dengan predikat cumlaude, IPK 3,90 dari skala 4,00.

Nyayu Aisyah mencatatkan prestasi fenomenal di bidang pendidikan. Perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, ini mendapat gelar doktor di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) pada usianya yang masih 25 tahun!

Pencapaian ini membuat Nyayu menjadi lulusan program doktor termuda di FTUI. Selain itu, ia juga tercatat sebagai doktor ke-62 Teknik Mesin UI sekaligus doktor ke-322 FTUI. Nyayu lulus dengan predikat cumlaude IPK 3,90 dari skala 4,00.

Disertasi berjudul “Analisis dan Optimalisasi Sistem Pompa Panas dan Pendingin yang Ramah Lingkungan” mengantarkan Nyayu meraih gelar doktornya. Topik disertasi yang diangkatnya berkenaan dengan isu energi berbahan dasar fosil yang merupakan energi terbarukan ramah lingkungan. Nyayu mencoba untuk membuat satu model baru dengan multiobjektif algoritma genetika untuk mendapatkan kondisi optimal dari sistem yang dimodelkan.

BACA JUGA: Delegasi UI Juara 1 Kompetisi Bisnis di Korea

Tidak hanya berhasil meraih gelar doktor dengan predikat terbaik, Nyayu juga telah menulis dan mempublikasikan 7 artikel pada beberapa jurnal internasional yang terindeks scopus dan mengikuti 5 konferensi internasional di beberapa negara.

Salah satu artikelnya, “Solar Absorption Chiller System Performance Prediction based on Principal Component Analysis” telah dipublikasikan Jurnal Case Studies on Thermal Engineering yang terindeks Q1 Scopus.

Selama menempuh pendidikan di UI, Nyayu mengaku membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikan ritme belajar di UI. “Di sini atmosfer pendidikan dan riset sangat terasa sekali,” tutur Nyayu.

Selama empat tahun menempuh studi di UI, Nyayu harus menjalani matrikulasi pada tahun pertama, dan berusaha sebaik mungkin agar IPK tetap di atas 3.5, sebagai syarat agar bisa diizinkan lanjut menempuh pendidikan doktor.

BACA JUGA: Di Lomba Ini, UI Sejajar dengan Stanford dan Harvard University

Berbekal semangat dan kerja keras, pada semester ke-3, Nyayu berhasil menyelesaikan studi magister dengan nilai yang sangat memuaskan hingga berhasil melanjutkan studi doktoral.

Nyanyu merupakan salah satu dari 4 orang peraih beasiswa PMDSU batch II dari RISTEK DIKTI di FTUI. Beasiswa PMDSU (Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) merupakan beasiswa yang ditawarkan bagi lulusan sarjana terbaik di Indonesia untuk melanjutkan kuliah magister hingga doktoral.

Beasiswa ini diberikan oleh pemerintah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas para sarjana sehingga menjadi sarjana yang memiliki daya saing yang cukup kuat. Program beasiswa ini disusun untuk meningkatkan kualitas pendidikan magister yang ada di Indonesia.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga74%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang2%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi21%
Pilih TerpukauTerpukau3%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ketepatan Waktu Lion Air Naik Jadi 85,97% Sebelummnya

Ketepatan Waktu Lion Air Naik Jadi 85,97%

6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II Selanjutnya

6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.