Rasa Syukur Terhadap Musim Panen Melalui Wiwitan

Rasa Syukur Terhadap Musim Panen Melalui Wiwitan

Seorang perempuan yang memainkan peran sebagai dewi Sri © Foto: Syamsul Huda M Suhari / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Dewi Sri, dewi kesuburan, dan rombongannya muncul di sekolah yang dikelilingi oleh sawah hari itu. Di sekelilingnya, padi sudah matang dan siap dipanen. Suara ketukan drum memenuhi udara. Orang-orang melantunkan doa.

Ini adalah perayaan Wiwitan, yang diamati oleh siswa sekolah alternatif Sanggar Anak Alam (SALAM) bersama dengan penduduk desa pada 23 April.

Musisi mengenakan seragam penjaga istana Yogyakarta yang berpartisipasi di parade tersebut | Foto: Syamsul Huda M Suhari / Jakarta Post

Wiwitan, juga dikenal sebagai Wiwit, adalah tradisi Jawa yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Wiwitan sendiri adalah perayaan untuk menyampaikan rasa terima kasih petani kepada Dewi Sri karena memberkati mereka dengan panen yang sukses.

Dalam mitologi Jawa, Dewi Sri adalah dewi padi dan kesuburan dan Wiwitan dilakukan untuk menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, serta memelihara sawah.

Tradisi Wiwit mengambil padi lama untuk disimpan untuk digunakan pada musim tanam.

Sesaji yang disediakan pada saat acara | Foto: Syamsul Huda M Suhari / Jakarta Post

Perayaan Wiwitan tahun ini adalah kolaborasi antara SALAM, forum orang tua SALAM (FOR SALAM), penduduk desa Nitiprayan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan asosiasi petani Suka Tani. Kolaborasi ini didukung oleh Dinas Kebudayaan Bantul.

SALAM telah menyelenggarakan perayaan Wiwitan sejak 2004.

Awalnya, ini adalah acara tahunan tetapi dihentikan selama bertahun-tahun hingga diselenggarakan kembali sebagai acara dua tahunan mulai dari 2013. Didirikan pada tahun 1988 di Lawen desa, SALAM adalah laboratorium untuk "sekolah kehidupan", yang menekankan proses pembelajarannya pada kebutuhan dasar manusia seperti makanan, kesehatan, lingkungan, dan sosial budaya.

Nani Sawitri menampilkan tarian topeng gaib |
Nani Sawitri menampilkan tarian topeng gaib | Foto: Syamsul Huda M Suhari / Jakarta Post

Tema tersebut adalah perspektif yang dikembangkan melalui pembelajaran sehari-hari.


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah 20 Atlet Bulutangkis Indonesia di Piala Sudirman 2019 Sebelummnya

Inilah 20 Atlet Bulutangkis Indonesia di Piala Sudirman 2019

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2) Selanjutnya

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2)

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.