Saat Milenial Tanggap Bencana

Saat Milenial Tanggap Bencana

Milenial tanggap bencana dengan terjun langsung dan peduli ke korban © Dompet Dhuafa

Intensitas curah hujan semakin meningkat di wilayah Bengkulu mengakibatkan delapan kabupaten tergenang banjir dan longsor terjadi.

Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa telah berada di lokasi dibantu oleh berbagi lapisan masyarakat untuk membantu para korban banjir bandang dan longsor di Bengkulu, Selasa (30/4).

“Yang sangat dibutuhkan saat terjadinya bencana ialah tangan-tangan relawan yang siap membantu para korban bencana. Dompet Dhuafa melalui tim DMC-nya bersama milenial telah turun ke lapangan membantu korban bencana. Peran milenial inilah yang sangat membantu kami dengan tenaga yang masih prima dan dorongan rasa ingin membantu yang tinggi melancarkan kerja keras kami dalam membantu korban,” ujar drg. Imam Rulyawan MARS, selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama relawan milenial sigap dalam menolong korban banjir yang berada di kota Bengkulu tengah maupun di kab. Bengkulu.

Selain itu juga melakukan aksi bersih-bersih di SDN 65 Jl. Irian no. 97 RT 03/RW 01 Tanjung Jaya, Kota Bengkulu, serta memberikan dorongan logistik di Perumahan Ejuka Residence Permai, Jl. Tanggul Kel. Bentiring, Kota Bengkulu.

Kabar terbaru yang Dompet Dhuafa dapatkan dari Disaster Management Center (DMC), banjir sudah mulai surut di Kota Bengkulu, sehingga warga yang mengungsi di pengungsian memilih untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Di wilayah Kab. Bengkulu Tengah, lumpur masih setinggi 50-150 cm akibat banjir yang disertai longsor. Adapun wilayah Kab. Bengkulu Tengah yang masih terendam lumpur yaitu Marigi Sakti, Marigi Kelindang, Pagar Jati, dan desa Tentong.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di provinsi Bengkulu menyebabkan 13 ribu jiwa terdampak dan 12 ribu jiwa di antaranya harus mengungsi.

Kabar yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Minggu malam (29/4) mengenai kondisi bencana ialah 29 jiwa meninggal dunia, 13 jiwa hilang, 2 jiwa luka berat dan 2 jiwa luka ringan.

“Saya dan teman-teman komunitas di Bengkulu dengan niat dari hati dan tulus membantu warga yang terkena banjir. Hari pertama banjir melanda kota Bengkulu saya dan tim terjun langsung ke lokasi dampak banjir, membantu evakuasi warga yang masih terjebak di dalam banjir maupun membantu pihak aparatur keamanan untuk mengatur lalu lintas di lokasi titik banjir, sampai hari ini pun kami masih membatu untuk membersihkan sekolahan supaya aktivitas di sekolahnya cepat kembali,” imbuh Ozied Mulia selaku Ketua Umum HVC Bengkulu.

Hingga Selasa (30/4) tim DMC Dompet Dhuafa telah membuka pos di Jl. Raya Pekik Nyaring KM.09 no. 44 RT 01, Dusun V, Pd. Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu.

Selain itu, untuk menguatkan dan menghidupkan kembali aktivitas masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor Bengkulu, tim DMC Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan pemuda melakukan pembersihan fasilitas umum dari kotoran sisa banjir.

Tidak hanya itu, Dompet Dhuafa juga menggelar pelayanan servis motor gratis, dengan menggandeng teknisi dari Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dan laundry gratis untuk para korban banjir banjir bandang dan longsor.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Karena Enzim Keju ini, Siswa MTsN Batu Meraih Medali Emas Sebelummnya

Karena Enzim Keju ini, Siswa MTsN Batu Meraih Medali Emas

7.000 km Jalur Baru Kereta Api Akan Dibangun hingga 2030 Selanjutnya

7.000 km Jalur Baru Kereta Api Akan Dibangun hingga 2030

0 Komentar

Beri Komentar