40 Ekor Jalak Bali Dilepasliarkan dari Bali Safari Park

40 Ekor Jalak Bali Dilepasliarkan dari Bali Safari Park
info gambar utama
  • 40 ekor Jalak Bali dilepasliarkan dari Bali Safari Park pada 25-26 April 2019.
  • Pelepasliaran ini dilakukan untuk melengkapi dan menambah populasi burung Jalak Bali.
  • Bali Safari Park berkiblat pada pelepasliaran Jalak Bali bersayap hitam dari Taman Safari Indonesia Bogor, dalam melakukannya.

Sebanyak 40 ekor Jalak Bali dilepasliarkan dari Bali Safari Park pada 25-26 April 2019 lalu. Pelepasliaran ini dilakukan Bali Safari Park yang bekerja sama dengan KASI Foundation, Feldman Eco Park, PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia), APCB (Asosiasi Pelestari Curik Bali), dan BKSDA (Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam).

Dilansir dari PR Newswire, beberapa penelitian tentang habitat telah dilakukan oleh Bali Safari Park untuk mengkaji kecocokan lokasi potensial bagi pelepasan sejumlah burung tersebut.

Sebanyak 38 spesies burung ditemukan di Bali Safari Park, menunjukkan bahwa lokasi ini dapat menjadi lokasi penampungan yang baik bagi burung-burung di masa mendatang. Bali Safari Park sendiri merupakan salah satu lembaga pelestarian alam yang terkemuka di Bali.

BACA JUGA: Merbah Cerucuk, Si Burung Komunal yang Jinak

Sejumlah fasilitas pembiakan satwa yang tertutup, secara khusus dibangun untuk burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi), burung endemik Bali yang terancam punah.

Burung-burung hasil pembiakan secara tertutup ini, dilepaskan ke alam bebas demi melengkapi dan menambah populasi burung jalak Bali. Beberapa program pelepasan satwa sebelumnya tidak menghasilkan dampak positif yang berarti bagi populasi satwa liar, dan upaya terbaru ini ingin mengubah hal tersebut.

Para pakar pelestarian alam telah mengidentifikasi dua tantangan utama dalam peningkatan populasi jalak Bali liar. Pertama, rendahnya daya tampung habitat, dan kedua tingginya kemampuan jalak Bali untuk menyesuaikan diri terhadap habitat pelepasannya.

BACA JUGA: Isapmadu Elok, Burung Menawan Hati di Tanah Papua

Keberhasilan program pelepasan jalak Bali bersayap hitam di Taman Safari Indonesia Bogor pada 2016, digunakan sebagai model untuk pelepasan jalak Bali yang dibiakkan secara tertutup, sebagai bagian dari upaya konservasi di habitat asli satwa tersebut (in situ), dengan protokol pelepasan satwa yang serupa.

Bali Safari Park telah menjalankan program peningkatan kesadaran masyarakat demi mengajak sejumlah komunitas di tiga desa yang berdekatan, yakni Medahan, Lebih, dan Serongga, serta para pelajar dari sembilan sekolah dasar di sekitar Bali Safari Park, untuk melindungi dan memantau burung-burung yang telah dilepas serta satwa-satwa liar lainnya.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini