Long Bumbung dan Nilai-nilai yang Terkandung

Long Bumbung dan Nilai-nilai yang Terkandung

Long Bumbung © YouTube Bernadus Guntoro

  • Mengulik nilai-nilai yang terkandung di Long Bumbung.
  • Permainan tradisional ini sangat legendaris, yang kini sayangnya sulit ditemui.
  • Namun demikian, bukan berarti permainan ini hilang ditelan zaman.

Mengulang memori masa kecil terkadang sangat menyenangkan. Sebuah kebahagiaan hakiki, keceriaan yang tak jarang ingin diulang kembali, ketika hari-hari tua menanti.

Tak terkecuali di bulan Ramadan, bulan yang dirayakan umat muslim seluruh dunia dengan berpuasa. Di masa kecil kita dulu, tentu banyak kenangan tentang bulan penuh berkah yang satu ini. Seperti belajar puasa yang dimulai dengan setengah hari, sampai permainan-permainannya.

Salah satu yang paling ikonik pada zamannya adalah Long Bumbung. Permainan asli Indonesia yang sekarang sangat sulit ditemukan.

BACA JUGA: Long Bumbung..Masa Kecil yang Gembira

Long (Bahasa Jawa yang artinya petasan) yang satu ini memang sangat unik. Bentuknya tidak kecil seperti petasan-petasan pada umumnya, karena menyerupai bentuk meriam. Konon, permainan ini terinspirasi dari meriam-meriam Portugis pada zaman penjajahan, dan kemudian dimainkan dalam bentuk sederhana.

Cara memainkannya sangat simpel dan nyaris tidak membutuhkan biaya. Cukup siapkan batang bambu dan potong sepanjang 1,5-2 meter dengan diameter sekitar 4 inci. Selanjutnya, lubangi batang bambu dengan jarak kurang lebih 10 cm dari batang bambu.

Ukuran lubang cukup sebesar ibu jari, karena lubang inilah yang menjadi tempat menyulut Long Bambu. Mirip seperti menyalakan meriam, bukan?

Kalau lubang sudah dibuat, langkah berikutnya adalah mengikat kuat-kuat sambungan ruas bambu dengan tali atau karet ban. Tujuannya agar tenaga yang dihasilkan besar ketika disulut.

Dan akhirnya… bam!! Suara Long Bumbung melambung membangunkan orang-orang yang sedang termenung. Sorak sorai pun membubung, ditemani suara pelantun Alquran yang bersenandung.

BACA JUGA: Padusan, Tradisi Bersih Diri Sebelum Ramadan

Tak hanya sekadar permainan, Long Bumbung juga memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Permainan yang memiliki beragam nama di daerah lain ini dinilai sebagai wujud syukur dan kegembiraan.

Selain itu, bermain Long Bumbung juga termasuk melestarikan tradisi, terutama jika dilakukan di perayaan hari-hari besar. Juga tentu saja, dengan bermain Long Bumbung otomatis melatih keberanian para penyulutnya.

Adakah di antara kalian yang punya cukup nyali untuk memainkan Long Bumbung, Kawan GNFI?

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih20%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jadi Pengajar Muda XIX, ‘Beasiswa’ Setahun di Penjuru Negeri Sebelummnya

Jadi Pengajar Muda XIX, ‘Beasiswa’ Setahun di Penjuru Negeri

Merayakan Keberagaman dengan Jamuan dari Hutan Selanjutnya

Merayakan Keberagaman dengan Jamuan dari Hutan

0 Komentar

Beri Komentar