Makna Apem dan Kolak Dijelaskan Pada Tradisi Apeman

Makna Apem dan Kolak Dijelaskan Pada Tradisi Apeman

Kue Apem © Foto: Boy T Harjanto / Jakarta Post

Setiap tahun ketika menjelang bulan puasa, warga Kecamatan Purwokinati, Pakualaman, Yogyakarta, membawa ribuan kue apem ke dalam sebuah pawai.

Seorang penari berdandan tradisional berpose di depan gunungan apem | Foto: Boy T Harjanto / Jakarta Post

Parade, yang secara tradisional dikenal sebagai apeman, juga menampilkan berbagai tarian dan pertunjukan seni tradisional yang dikenakan oleh penduduk setempat. Acara ini secara tradisional terjadi di bulan Ruwah di kalender Jawa dan merupakan bagian dari ruwahan (perayaan sebelum puasa).

Kue Apem |
Gunungan Kue Apem | Foto: Boy T Harjanto / Jakarta Post

Apem adalah kue tradisional Jawa yang dibuat terutama dari tepung beras, gula merah dan singkong yang difermentasi, yang dapat digoreng, dipanggang, atau dikukus.

Nama tersebut berasal dari kata Arab afum, yang berarti tindakan meminta maaf.

Parade apeman juga mencakup ketan kolak, yaitu ketan yang dimasak dengan gula aren dan santan. Kolak berarti Sang Pencipta, sehingga tradisi mengacu pada permohonan untuk pengampunan dari Tuhan.

Sekelompok pria dewasa mengarak gunungan apem | Foto: Boy T Harjanto / Jakarta Post

Apeman telah diamati sejak lama. Tradisi ini sempat memudar untuk beberapa waktu di masa lalu tetapi dihidupkan kembali oleh masyarakat setempat untuk mengingatkan generasi muda akan praktik yang dihormati waktu itu.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

LRT Jakarta Siap Beroperasi Penuh Sebelummnya

LRT Jakarta Siap Beroperasi Penuh

Rimba Baca, Perpustakaan yang ‘Lebat’ Ilmunya Selanjutnya

Rimba Baca, Perpustakaan yang ‘Lebat’ Ilmunya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.