Mengenal Flora dan Fauna di Guntur Papandayan

Mengenal Flora dan Fauna di Guntur Papandayan

Kawasan Pondok Saladah di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat © Donny Iqbal/Mongabay

  • Ada beragam flora-fauna langka di KPHK Guntur Papandayan.
  • Salah satu spesies satwa langkanya adalah macan tutul Jawa, yang belum lama ini terdeteksi 10 ekor.
  • Kemudian untuk floranya, ada jamuju, puspa, kihujan, edelweis, dll.

Gunung Guntur dan Papandayan termasuk bagian dari salah satu lanskap penting bagi kawasan prioritas konservasi di Jawa Barat yang berisi keanekaragaman flora dan rumah bagi beberapa spesies satwa unik dan terancam punah.

Beberapa spesies tersebut di antaranya Owa Jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), elang jawa (Nisaetus bartelsi), macan tutul jawa (Panthera pardus melas). dan kukang Jawa (Nycticebus javanicus).

Sebagai pelengkap gambaran lokasi survei, Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Guntur Papandayan terletak pada dua wilayah kabupaten, yaitu kabupaten Bandung dan Garut.

BACA JUGA: Jelajah Hutan Desa, Uji Nyali dengan Fun Trail

KPHK merupakan wilayah pengelolaan hutan yang seluruh atau sebagian besar wilayahnya terdiri dari hutan konservasi yang dikelola secara efisien untuk menunjang sistem penyangga kehidupan, mengawetkan keanekaragaman hayati, dan memanfaatkannya secara lestari.

Penetapan KPHK Guntur Papandayan berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan RI no: SK.984/Menhut-II/2013, tentang penetapan wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Guntur Papandayan, yang terletak di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Jawa Barat seluas ± 15.318 hektar.

KPHK Guntur Papandayan memiliki topografi bergelombang, berbukit dan bergunung serta tebing yang terjal, yang meliputi dua gunung api aktif yaitu Gunung Guntur (±2.250 mdpl) dan Gunung Papandayan (±2.665 mdpl). Curah hujan berkisar antara rata-rata 2.500 - 3,000 mm/tahun.

BACA JUGA: Mulai Langka di Hutan, Suku Anak Dalam Budidaya Jernang

Jenis-jenis flora yang terdapat di dalam kawasan ini di antaranya jamuju (Podocarpus imbricatus), puspa (Schima walichii), saninten (Castanopsis argentea), pasang (Quercus ptatycorpa), kihujan (Engelhardia spicata), manglid (Magnolia sp,), cantigi (Vaccinium sp), suagi (Vaccinium varingifolium), dan edelweis (Anaphalis javanica).

Kemudian jenis-jenis fauna yang telah teridentifikasi antara lain babi hutan (Sus scrofa), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), macan tutul Jawa (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus), musang luwak (Paradoxurus hermaproditus), musang leher kuning (Martes flavigula), biul selentek (Melogale orientalis), linsang (Prionodon linsang), trenggiling (Manis javanica), surili (Presbytis comata), lutung Jawa (Trachypithecus auratus), elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Elang-ular bido (Spilornis cheela bido), elang hitam (Ictinaetus malayensis), dan elang brontok (Spizaetus cirrhatus).**

Macan tutul Jawa yang tertangkap camera trap di KPHK Guntur Papandayan | Foto: Conservation International Indonesia

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Menyambut Ramadan ala Masyarakat Klaten Sebelummnya

Menyambut Ramadan ala Masyarakat Klaten

Merayakan Keberagaman dengan Jamuan dari Hutan Selanjutnya

Merayakan Keberagaman dengan Jamuan dari Hutan

0 Komentar

Beri Komentar