World Dance Day ke-13 di Surakarta

World Dance Day ke-13 di Surakarta

Penari Mangkunegaran Court menampilkan tari Golek Clunthang © Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

World Dance Day ke-13 ditandai dengan kegiatan Solo Menari pada tanggal 29 dan 30 April di Surakarta, Jawa Tengah. Di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sekitar 6.000 penari dari berbagai rombongan dan universitas menampilkan banyak tarian.

Griya Tari Widyarini dari Jakarta menampilkan tari Raden Ronggo | Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post

Enam penari menari selama 24 jam tanpa henti, menampilkan 600 tarian dan disertai dengan 191 kelompok tari. Keenam penari tersebut adalah Arbi Nuralamnsyah, Abib Igal, I Nyoman Agus Triyuda, Darmasti, Pulung Jati Rangga Muri, dan Sri Hadi.

Dengan tagar #GegaraMenari dan tema "Urip Mawa Urup, Urip Hanguripi" (hidup dengan semangat, hidup untuk hidup), pertunjukan 24 jam ini mendapat sambutan hangat dari penonton, yang terdiri dari orang-orang dari Surakarta dan pengunjung dari kota-kota lain.

Jenggirat Dance Studio dari Banyuwangi | Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post

Jumlah penari yang berpartisipasi berlipat ganda dari 3.000 tahun lalu menjadi 6.000 tahun ini.

“Sekitar 6.000 penari - profesional, seniman, siswa, dan rombongan tari - ambil bagian tahun ini. Kami juga menampilkan tarian untuk anak-anak cacat yang dilatih oleh maestro tari Jonet Sri Kuncoro,” kata penyelenggara Eko “Pece” Supriyanto.

Celeng Art dari Yogyakarta | Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post

Solo Menari didukung oleh pemerintah Surakarta, yang menggelar tarian massal Jaranan - tarian rakyat yang berasal dari Jawa Timur dan biasanya dilakukan oleh anak-anak dengan kuda anyaman bambu - yang melibatkan 5.000 siswa sekolah dasar dan menengah pertama di Stadion Sriwedari. Tarian ini dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tarian Jaranan terbesar yang pernah ada.

Tari Jaranan yang ditampilkan oleh 5000 siswa di stadion Sriwedari | Foto: Ganug Nugroho Adi / Jakarta Post


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Bali dan Surabaya di Antara New Ports of Call Oleh Oceania Cruises' Sebelummnya

Bali dan Surabaya di Antara New Ports of Call Oleh Oceania Cruises'

Siapa Sangka, Inilah Produk-Produk Buatan Indonesia yang Ternyata Mendunia Selanjutnya

Siapa Sangka, Inilah Produk-Produk Buatan Indonesia yang Ternyata Mendunia

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.