Tim Catalyst IPB Sediakan Pelatihan Menanam Ubi Kayu dengan Cara Baru

Tim Catalyst IPB Sediakan Pelatihan Menanam Ubi Kayu dengan Cara Baru

© IPB University

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Dr. Nurul Khumaida, merupakan pionir untuk budidaya ubi kayu secara in vitro, sehingga mampu dihasilkan bibit ubi kayu in vitro yang bermutu, bebas hama dan penyakit.

Teknik budidaya secara in vitro merupakan teknik budidaya yang dikembangkan dari salah satu organ tanaman melalui media kultur jaringan. Media yang digunakan terlebih dahulu diberikan nutrisi atau hara dalam bentuk agar sesuai dengan dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Dr. Nurul Khumaida dari Institut Pertanian Bogor (IPB) membentuk tim Catalyst (Cassava for life style) yakni tim yang fokus untuk menekuni tentang ubi kayu mulai dari riset hingga menghasilkan berbagai produk.

Kemudian sejak bulan Desember 2017 terbentuklah menjadi CV. Catalyst Agro Inovasi (CV CAI), sebagai perusahaan pemula yang bergerak di bidang teknologi.

Melihat urgensi untuk memahamkan teknik baru ini kepada masyarakat, CV. Catalyst Agro Inovasi melakukan program pelatihan yang terdiri dari lima paket disertai dengan materi-materi yang menunjang dalam memahami teknik budidaya ubi kayu yang berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini kami ingin agar masyarakat dapat memahami teknik budidaya ubi kayu yang berkelanjutan, memahami perbanyakan bibit ubi kayu secara in vitro, memahami teknik pascapanen dan pengolahan produk antara ubi kayu, memahami pengolahan ubi kayu menjadi produk pangan,” terang Dr. Nurul Khumaida, Dewan Komisaris CV Catalyst Agro Inovasi.

Adapun untuk waktu dan tempat, Dr. Nurul menyampaikan bahwa lama pelatihan akan disesuaikan dengan paket yang dipilih, dengan pelaksanaan sesuai kesepakatan. Setiap paket yang dipilih akan disediakan fasilitas di antaranya seperti modul pelatihan atau hand out, training kit, sertifikat dan souvenir, lunch and coffee break.

“Untuk pelatihan menanam ubi kayu secara in vitro dapat dinegosiasikan,” terangnya.

Selain mendapatkan materi, peserta juga akan praktek, meliputi pembuatan media kultur jaringan, sterilisasi bahan tanam penanaman, subkultur, aklimatisasi, prinsip budidaya ubi kayu, sampai pada penghitungan analisis usaha tani, sedangkan materi praktik meliputi pemilihan bahan tanam.

”Selain itu kami juga menyediakan paket untuk masyarakat umum dalam mengembangkan produk ubi kayu seperti penanganan dan teknik panen pembuatan produk olahan yang berbahan dasar ubi kayu,” tutupnya. (SMH/Zul)


Sumber: ipb.ac.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Menulislah dan Jangan Pernah Berhenti Sebelummnya

Menulislah dan Jangan Pernah Berhenti

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan Selanjutnya

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan

Yulia Dwi Indriani
@julia

Yulia Dwi Indriani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.