Skuter Listrik akan Hadir di Terminal 3 Soetta

Skuter Listrik akan Hadir di Terminal 3 Soetta

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta © tripzilla.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Di Terminal 3 Soetta, akan segera hadir skuter listrik bagi para penumpang.
  • Layanan ini tersedia berkat kerja sama PT. Angkasa Pura II dengan Grab.
  • Adanya skuter listrik akan melengkapi alat transportasi personal lainnya yang sebelumnya sudah tersedia di Terminal 3, seperti Segway, roller skate, dan sepeda.

Untuk pertana kalinya, penggunaan skuter listrik akan diterapkan di bandara Indonesia. Adalah Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang akan menggunakan teknologi ini.

Dilansir dari siaran pers yang diterbitkan PT. Angkasa Pura (AP) II, skuter listrik ini adalah hasil kerja sama PT. AP II dengan salah satu penyedia jasa layanan transportasi daring, Grab. Skuter listrik ini dinamakan Grab Wheels.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan Grab Wheels merupakan inovasi terbaru dalam meningkatkan operational experience dan customer experience di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

BACA JUGA: Transjakarta Akan Layani Rute Dari dan Ke Bandara Soetta

“Sudah ada 2 unit Grab Wheels yang saat ini diuji coba di Terminal 3 dan hanya digunakan untuk mendukung operasional. Dalam waktu dekat, Grab Wheels bisa digunakan oleh para traveler untuk merasakan customer experience yang lebih baik di Soekarno-Hatta.”

“Sebelum bisa digunakan oleh traveler, saat ini kami tengah mengkaji standarisasi pelayanan dan keamanan. Unitnya sendiri sudah disiapkan sebanyak 20 unit yang tersebar di terminal keberangkatan dan kedatangan internasional maupun domestik,” ujar Muhammad Awaluddin.

Skuter listrik Grabwheels di Terminal 3 Soetta | Foto: PT. Angkasa Pura II

Standar pelayanan dan keamanan yang tengah dikaji saat ini di antaranya mencakup kecepatan maksimal Grab Wheels, jalur, batasan usia pengguna, dan lain sebagainya.

Rencanya, penggunaan Grab Wheels oleh traveler akan berbasis sewa dengan tarif Rp 5.000 per 30 menit. Skuter listrik ini bisa diaktifkan traveler dengan melakukan scan barcode di gawai.

Grab Wheels sebagai salah satu alat alternatif alat transportasi personal dinilai tepat digunakan di Terminal 3 yang memiliki luas mencapai sekitar 430.000 m2 dengan panjang 2,4 km.

BACA JUGA: Ada Halal Park di Bandara Soetta. Apa Isinya?

Adanya Grab Wheels juga akan melengkapi alat transportasi personal lainnya di Terminal 3, selain Segway, roller skate, dan sepeda.

Kemudian untuk kerja sama dengan Grab, ini bukan yang pertama kalinya dilakukan pleh PT. AP II. Sebelumnya, kerja sama telah terjalin berupa penyediaan Grab Point di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Cengkareng), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Kualanamu (Deli Serdang), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Selain itu ada pula kerja sama di layanan Adels (Airport Delivery Services). Ini adalah layanan pesan-antar makanan dan minuman tenant-tenant di wilayah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, termasuk yang ada di terminal penumpang.

Wilayah pengantaran pun hanya di sekitar kawasan bandara, di mana layanan ini sering digunakan oleh para pekerja.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Gerakan Peduli Sumber Kehidupan dengan Menjaga Kearifan Lokal dan Budaya Sebelummnya

Gerakan Peduli Sumber Kehidupan dengan Menjaga Kearifan Lokal dan Budaya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.