Saat Jiwa Menulisku Bangkit Lagi

Saat Jiwa Menulisku Bangkit Lagi

© Pixabay

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Di pengujung tahun 2018, tepatnya di bulan Oktober, tiba-tiba saya tertarik melihat postingan salah satu teman dengan kegiatan menulisnya. Saya mulai cari informasi bagaimana bisa bergabung di kelas menulis. Sejak saat itulah, saya mulai aktif menulis.

Menulis bukan hal yang baru buat saya, karena dari kecil saya suka menulis. Biasanya saya menulis di buku harian. Setiap peristiwa yang saya alami tiap harinya, saya tuangkan lewat aksara.

Walaupun keluarga saya tidak punya latar belakang penulis, tapi saya sangat menyukainya. Mungkin juga karena pengaruh kebiasaan yang suka membaca.

Ketika saya umur 12 tahun, lagi suka-sukanya baca majalah remaja. Saat itulah keinginan menulis cerpen muncul. Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah cerpen terselesaikan.

Mungkin karena keluarga tidak mendukung passion saya ini, jadi saya tidak tahu harus bagaimana mengembangkan tulisan menjadi sebuah karya. Tulisan saya, hanya bisa saya nikmati sendiri.

Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, saya mulai menulis lagi. Di usia yang sudah tidak lagi muda, saya mulai dari nol. Berkumpul dengan orang-orang yang memiliki energi yang sama, menjadi pemicu saya untuk terus berkembang.

Memang untuk memulai dari nol tidaklah mudah, tapi di sinilah tantangannya. Kesempatan untuk bisa berkarya tidak akan saya lewatkan begitu saja. Karena saya yakin selama ada kemauan di situ pasti ada jalan.

Salam Literasi!

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mencicipi Kuliner Khas Sintang, Rasanya Nendang! Sebelummnya

Mencicipi Kuliner Khas Sintang, Rasanya Nendang!

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Dwi Wahyu Patmisari
@dwiarda_79

Dwi Wahyu Patmisari

1 Komentar

  • afin yulia

    Betul, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Usai tak lagi muda bukan penghalang

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.