11 Film Ini Ditayangkan di Festival Film Indonesia Pertama di Roma

11 Film Ini Ditayangkan di Festival Film Indonesia Pertama di Roma

Nyai, a woman from Java, sebuah film karya Garin Nugroho © Sumber: YouTube

Penggemar film di Italia menerima sepercik rasa pembuatan film Indonesia melalui 11 film yang diputar di festival film Indonesia pertama yang diadakan di Roma.

Festival selama empat hari, berjudul Indonesian Cinema Days, diadakan di Cinema Farnese di distrik Campo de 'Fiori Roma dari Kamis hingga Senin.

11 film yang diputar di festival itu dikuratori oleh sutradara artistik Italo Spinelli, seorang sutradara film terkenal yang akrab dengan sinema Indonesia.

Film-film yang dipilih adalah A Copy of My Mind, Kucumbu Tubuh Indahku, Dakwah, Mata Tertutup (The Blindfold), Athirah, Banda the Dark Forgotten Trail, Istirahatlah Kata-kata (Solo, Solitude), Sekala Niskala (The Seen and Unseen), Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Nyai a Woman from Java, dan Ada Apa Dengan Cinta? 2.

Festival ini dihadiri oleh aktris Ayu Laksmi yang mewakili Sekala Niskala, aktor Christoffer Nelwan yang mewakili Athirah, dan produser Anastasia Rina Damayanti mewakili film oleh sutradara Garin Nugroho.

Christoffer mengatakan Athirah, yang diputar pada hari Jumat, telah menerima tanggapan antusias dari masyarakat lokal, mencatat bahwa banyak dari mereka mengucapkan kata-kata "magnifico" dan "bravo" ketika mereka keluar dari bioskop.

"Sebagai orang Indonesia, saya sangat bangga melihat apresiasi hangat dari para pembuat film lokal. Dengan acara ini, saya berharap film Indonesia juga akan lebih dihargai oleh orang Indonesia,” kata Christoffer seperti dikutip oleh The Jakarta Post.

Movie Talk: aktris Ayu Laksmi, aktor Christoffer Nelwan, dan produser Anastasia Rina Damayanti | Sumber: KBRI Italia

Christoffer juga bertindak sebagai panelis selama acara bincang-bincang tentang industri film, berbicara dengan perspektif seseorang dari generasi muda mengenai isu-isu seperti digitalisasi yang meningkat dan teknologi yang ditingkatkan untuk pembuat film muda.

Rina juga senang dengan antusiasme yang diungkapkan di festival - dan untuk melihat The Blindfold masuk ke dalam daftar film yang dikuratori. “Dengan festival ini, banyak film juga berfokus pada Garin Nugroho dan beragam gaya mendongengnya, dari pendekatan sederhana dan realistis dalam The Blindfold hingga 90 menit eksperimental one-take di Nyai Seorang Wanita dari Jawa, serta Kucumbu Tubuh Indahku terbarunya, yang terlibat dalam kontroversi mengenai masalah LGBT," katanya seperti dikutip dari Jakarta Post.

"Ini merupakan apresiasi luar biasa yang juga menunjukkan kepada dunia- kualitas kelas film-film seni Indonesia.”

Bersamaan dengan pemutaran film, festival ini juga mengadakan diskusi tentang perkembangan politik, ekonomi, dan budaya baru-baru ini di Indonesia oleh Profesor Romeo Orlandi dari Universitas Bologna, Profesor Antonia Soriente dari Universitas Napoli L'Oententale, dan jurnalis Emanuele Giordana.

Festival ini merupakan bagian dari perayaan sekitar 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Italia. Acara ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma dan Pusat Pengembangan Film untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Inisiatif Budaya Bersama.

Duta Besar Indonesia untuk Italia Esti Andayani mengatakan dalam sambutan pembukaannya bahwa ia gembira melihat festival yang mengadakan khusus film Indonesia pertama kalinya yang diadakan di Roma.

"Saya berharap bahwa, melalui pemutaran film, orang Italia dapat belajar lebih banyak tentang Indonesia, yang akan memungkinkan kerjasama di masa depan di semua departemen," kata Esti.

Giada, seorang peserta festival, mengungkapkan kekagumannya pada film-film yang dia tonton. “Film-filmnya sangat menarik dan memiliki pesan khusus untuk para penonton. Saya meminta teman-teman Italia saya untuk datang dan menonton film. "


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

10 Terakhir Ramadan Lebih Intense dengan Garuda Indonesia Sebelummnya

10 Terakhir Ramadan Lebih Intense dengan Garuda Indonesia

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.