Indahnya Bertumbuh dalam Wadah Bernama Komunitas

Indahnya Bertumbuh dalam Wadah Bernama Komunitas
info gambar utama

Aktivitas menulis kerap dikenal sebagai aktivitas sepi yang individual dan menyendiri, sehingga tak jarang ada pemikiran -baik di benak awam, pembaca maupun penulis itu sendiri- bahwa seorang penulis cukup bekerja dengan kertas, pena, dan dirinya sendiri. Benarkah demikian?

Dalam proses menulis, seorang penulis memang membutuhkan waktu dan ruang yang cenderung sepi dan menyendiri untuk mendukung fokus dan konsentrasi, namun penulis juga membutuhkan pembelajaran dan pengayaan tanpa henti.

Kegiatan menulis merupakan proses belajar yang berkesinambungan, di mana ide tulisan, penguasaan bahasa, perluasan diksi, cara mempertahankan motivasi menulis, kiat menghadapi “writer’s block” dan lain sebagainya harus selalu diperkaya dan diperbarui.

Tak ada penulis yang bisa terus maju, bila ia berhenti belajar. Seahli apapun seseorang dalam bidangnya, bila ia berhenti belajar, ia akan mandek. Seamatir apapun seseorang, bila ia tekun memperdalam wawasannya sambil tidak putus asa berlatih, kemampuannya akan bertambah.

Tapi, bagaimana caranya memperkaya diri dalam bidang kepenulisan selain dengan menulis, menulis dan terus menulis? Tentu kita semua tahu, menulis dan terus menulis adalah yang utama.

Namun untuk mendukungnya, ada beragam pilihan –dan hebatnya kita tak harus memilih salah satu, tapi bisa kita ambil semuanya dengan porsi masing-masing disesuaikan kondisi dan kebutuhan kita– di antaranya adalah:

- Banyak membaca bacaan dengan topik dan bentuk bacaan yang beragam,

- Mengamati segala peristiwa dan interaksi di sekitar kita, berusaha peka dan menggalinya dalam benak kita untuk kemudian mengolahnya ke dalam bentuk tulisan,

- Mengikuti seminar-seminar kepenulisan,

- Mengikuti lomba-lomba karya tulis,

- Bergabung dan terlibat dalam sebuah komunitas penulis.

Pilihan yang terakhir disebut, bergabung dalam sebuah komunitas penulis, merupakan pilihan yang unik karena memiliki satu keistimewaan khusus yang tidak dimiliki pilihan-pilihan lain yang saya tuliskan di atasnya, yaitu mengandung interaksi jangka panjang dengan orang lain.

Apabila kita mengikuti seminar kepenulisan ataupun lomba karya tulis, interaksi kita dengan orang lain (interaksi sesama peserta, interaksi dengan panitia lomba, dll) pada umumnya hanya berlangsung sebatas jangka waktu lomba atau seminar tersebut berlangsung.

Namun karena komunitas merupakan sekelompok orang yang bergabung karena memiliki ketertarikan/minat yang sama, maka dapat diharapkan interaksi antar anggotanya lebih solid dan berjangka waktu panjang, sehingga pembelajaran yang dialami anggotanya pun diharapkan tidak berlangsung hanya sesaat.

Hadirnya komunitas khusus bagi perempuan sebagai rumah yang tepat

Dengan semakin maraknya perempuan penulis, perempuan yang tertarik untuk menulis, dan perempuan penggemar tulisan, kita patut bersyukur dengan adanya komunitas-komunitas penulis yang menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan diri bagi perempuan-perempuan tersebut.

Lebih bersyukur lagi, karena ada komunitas-komunitas penulis di Indonesia ini yang memang dikhususkan bagi perempuan. Sebab meski kesempatan dan hak perempuan dalam hal tulis-menulis sekarang ini sudah setara dengan laki-laki, namun tetap ada perbedaan sudut pandang dan pola pikir antara wanita dan pria, yang terbentuk antara lain karena tradisi maupun perbedaan rutinitas yang dijalankan sehari-hari.

Dengan adanya komunitas penulis khusus untuk perempuan, pembelajaran dan pengembangan kemampuan perempuan dalam hal tulis-menulis diharapkan dapat lebih optimal, karena di tempat tersebut penulis perempuan menemukan “rumah”nya.

Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis atau yang dikenal dengan sebutan IIDN telah menangkap kebutuhan perempuan-perempuan penulis akan hal tersebut sejak beberapa waktu yang lalu.

Komunitas yang dikhususkan bagi perempuan dan didirikan oleh Indari Mastuti ini telah berdiri sejak tahun 2010 dan kini telah berkembang pesat serta tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Pembinaan bagi para anggota dilakukan secara online maupun offline, dan visinya adalah mencerdaskan perempuan Indonesia. IIDN hadir sebagai pilihan yang sangat tepat bagi ibu-ibu rumah tangga maupun perempuan pada umumnya untuk menimba aneka manfaat yang bisa didapatkan dari sebuah komunitas.

Kekayaan yang bisa ditimba dari komunitas penulis

Penulis adalah manusia biasa yang butuh menyendiri tapi tidak mau merasa “sendirian”. Dengan bergabung dalam suatu komunitas, seseorang akan merasa memiliki teman-teman sepemikiran dan seperjuangan, karena merasa dirinya sebagai bagian dari suatu kumpulan yang memiliki persamaan.

Terlebih lagi dalam komunitas penulis yang anggotanya sama-sama perempuan, tentu memiliki persamaan yang lebih intens, misalnya sama-sama mengalami sulitnya mengatur waktu antara tugas-tugas rumah tangga dan menulis.

Suntikan semangat pun dapat diperoleh dari sebuah komunitas penulis yang aktif, di mana dorongan tersebut dapat berupa dorongan langsung berupa kata-kata suportif dari satu anggota terhadap anggota yang lain.

Semangat dapat dipicu juga oleh dorongan tidak langsung seperti keberhasilan anggota lain dalam memenangkan kompetisi menulis atau menerbitkan buku, yang mana hal-hal seperti itu akan memacu semangat kita sendiri untuk makin rajin berlatih menulis agar suatu waktu bisa seperti mereka.

Saat ini, dibantu dengan perkembangan teknologi yang makin memudahkan dalam segala aspek kehidupan, komunitas tidak hanya harus berbentuk tatap muka langsung dalam agenda-agenda kegiatannya, tapi juga dapat berbentuk online dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi dan media sosial yang ada.

Berbagi karya dapat dilakukan dalam sebuah komunitas penulis. Secara online, hal ini menjadi lebih mudah dilakukan. Kadang ada hari-hari tertentu di komunitas-komunitas tertentu di mana setiap anggotanya diminta untuk berbagi suatu karya semisal quote atau puisi singkat bertema tertentu, untuk selanjutnya masing-masing karya dikupas dan dikomentari.

Dari situ para anggota dapat belajar untuk menilai dan menghargai karya orang lain sekaligus belajar menerima masukan dari orang lain.

Dalam komunitas penulis yang aktif, biasanya admin komunitas juga sering membagikan ilmu dan informasi yang sangat berguna seputar dunia kepenulisan, antara lain:

- Tips-tips menulis dengan baik dan bagaimana menghadapi writer’s block.

- Lomba-lomba karya tulis.

- Cara-cara mengirimkan tulisan ke media cetak maupun online.

- Kosakata baru dan hal-hal seputar PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

Anggota komunitas dengan latar belakang kondisi, budaya dan usia yang beragam juga merupakan guru-guru dan motivator kita dalam menulis. Ada anggota yang usianya jauh lebih muda daripada kita, misalnya, namun ia sudah bisa menghasilkan tulisan yang bagus dan dimuat di berbagai media.

Hal seperti ini tentunya memacu kita untuk lebih tekun berkarya. Contoh lain, ada anggota yang usianya jauh lebih tua daripada kita, namun beliau masih semangat berkomunitas dan berkarya. Hal itu tentunya menyadarkan kita bahwa tak ada alasan untuk berhenti belajar selama kita masih hidup di dunia.

Bonus lain dari berkomunitas adalah kita memperoleh teman-teman, kenalan dan jaringan baru yang memperkaya perjalanan kepenulisan kita.

Berkomunitas adalah sebuah pilihan

Pada akhirnya, sebagaimana menulis adalah sebuah pilihan, demikian pula berkomunitas. Memang ilmu-ilmu kepenulisan sudah sangat mudah didapat dari berbagai sumber di internet zaman sekarang ini, namun mengingat tak sebatas ilmu saja yang dapat ditimba dari komunitas yang baik, maka bergabung dalam sebuah komunitas yang tepat tentunya merupakan pilihan yang tepat.

Kita memperoleh pengayaan dalam berbagai aspek, dan sebaliknya – mungkin tanpa kita sadari – kehadiran diri kita dalam komunitas pun merupakan salah satu sumbangsih yang bermanfaat bagi orang lain.

Selalu indah mengalami bertumbuh bersama, bukan? Yuk, bertumbuh bersama dalam sebuah komunitas!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GC
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini