Berkarya Bersama Komunitas Menulis IIDN-Interaktif

Berkarya Bersama Komunitas Menulis IIDN-Interaktif
info gambar utama

Anda mempunyai sebuah hobi dan berniat untuk menekuninya? Maka salah satu jalan yang harus dilakukan adalah dengan bergabung dengan komunitas.

Tahun 1990-an, saya mengikuti perkembangan dunia menulis melalui majalah-majalah remaja dan tabloid. Setiap kali ada lomba menulis atau kesempatan untuk mengirim tulisan, saya selalu ambil bagian.

Lomba pertama yang saya ikuti adalah lomba menulis dalam rangka Hari Anak Indonesia. Waktu itu saya duduk di kelas 1 atau 2 SMP. Pengumuman tentang lomba yang di adakan oleh PT. POS indonesia itu dipajang di papan pengumuman sekolah.

Guru Bahasa Indonesia yang mengajar saat itu, mengetahui bahwa saya ingin mengikuti lomba. Sayangnya, pengetahuan beliau tentang ilmu menulis kurang.

Terbukti yang beliau koreksi hanyalah salah ketiknya saja, bukan hal lainnya seperti yang diharapkan. Hal ini saya sadari saat beberapa kali menghadap beliau untuk mengoreksi naskah.

Bayangkan, padahal waktu itu saya masih berstatus murid SMP, tapi sudah mengetahui kaidah penulisan yang benar. Ini karena buku-buku dan artikel tentang menulis yang banyak saya baca.

Akhirnya, saya putuskan untuk tidak jadi mengikuti lomba tersebut. Oleh karena, pihak penyelenggara mensyaratkan bahwa peserta lomba adalah kiriman dari pihak sekolah, sedangkan saya sudah terlalu capek dengan salah ketik itu, hehehe...

Maklumlah, masih SMP dan mengetiknya masih menggunakan mesin tik manual.

Untungnya, setelah dewasa mental saya jauh lebih kuat. Terbukti dengan ditolaknya cerpenku berkali-kali, hajar saja. Saya atau editornya yang nyerah hahaha...

Mengenal komunitas IIDN

Setelah menikah dan mempunyai anak di tahun 2006, suami membuatkan akun di Facebook. Saya langsung mencari info tentang komunitas menulis dan mulai bergabung.

Awalnya saya bergabung dengan banyak komunitas, hingga akhirnya kepincut dengan satu komunitas hingga sekarang. Komunitas ini adalah IIDN atau Ibu-ibu Doyan Nulis, yang bermarkas di Bandung.

Seperti namanya, IIDN ini khas Ibu-ibu banget. Mulai dari gesture founder-nya Indari Mastuti, jajaran adminnya, serta materi yang dibahas sehari-hari.

Selain itu, IIDN juga menaungi minat menulis ibu-ibu dan meng-handle-nya dari hulu ke hilir. Mulai dari kelas-kelas menulis, pengajuan outline, dihubungkan ke penerbit, hingga diberikan wadah untuk promosi buku (karya anggota).

Saya sempat menjadi koordinator IIDN untuk wilayah Tangerang sekitar tahun 2015-2016 menggantikan Mbak Emma, yang saat itu stay di Malaysia. Akan tetapi, karena mengikuti suami yang pindàh ke Palembang, tanggungj awab ini saya kembalikan pada Teh Indari.

Manfaat bergabung dengan komunitas

Saya merasakan betul manfaat bergabung dengan komunitas menulis seperti IIDN. Saya mendapat kesempatan untuk promosi buku di radio, diberi channel ke media cetak, dan diajak silahturahmi ke penerbit sekelas Gramedia.

Bertemu dengan para editor dan mendapat bocoran tentang naskah-naskah yang diminati penerbit. Mereka juga memberitahu trik untuk memikat hati editor, hingga cara promosi buku yang yahud.

Bergabung dengan komunitas juga mendapatkan aura positif penuh semangat dari teman-teman seperjuangan. Apalagi jika teman-temàn tidak pelit untuk berbagi ilmu. Seperti di komunitas IIDN, tidak hanya berbagi ilmu, bahkan info tentang lowongan pekerjaan sebagai reviewer, penulis konten atau penulis buku, sering sekali di share.

Kalau sudah begini, siapa yang nggak ingin bergabung dengan komunitas IIDN. Tapi, jangan lupa IIDN hanya untuk para ibu dan calon ibu, ya. Jadi yang bapak-bapak, mas-mas, silakan bergabung dengan komunitas menulis yang lain.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EK
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini