Membantu Para Ibu Lebih Berdaya dengan Komunitas

Membantu Para Ibu Lebih Berdaya dengan Komunitas

Komunitas sebagai wadah para ibu untuk belajar dan aktualisasi diri © Dok. penulis

Setiap ada rekan yang bertanya, apa yang membuat saya tetap bersemangat menjalani peran sebagai ibu rumah tangga tanpa merasa jenuh, jawaban saya adalah dengan berusaha menyeimbangkan kehidupan saya sebagai ibu dan kesenangan menjalani hobi.

Menjalani hobi secara serius itu seperti mengisi daya telepon pintar. Meski sibuk dengan aktivitas sehari-hari, seorang ibu harus tetap punya waktu untuk mengembangkan potensi dirinya.

Pentingnya mengembangkan potensi perempuan

Saya menyarankan setiap perempuan yang punya hobi dan ingin berkembang dalam hobinya untuk bergabung dalam komunitas. Anda yang suka memasak, berbisnis, menjahit, menulis atau apapun hobi positif anda, bergabunglah dalam komunitas untuk lebih mengasah kemampuan dan tentu saja untuk berjejaring dengan orang lain yang sehobi dengan anda.

Ketika saya berniat menekuni hobi menulis, saya pun memutuskan untuk bergabung dengan berbagai komunitas menulis, salah satunya adalah Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis.

Dari perempuan untuk perempuan, itulah yang saya rasakan ketika berada di tengah-tengah IIDN alias Ibu-ibu Doyan Nulis. Bergabung sekitar satu tahun lalu, saya merasakan banyak manfaat dari komunitas ini.

Sebagai ibu rumah tangga yang disibukan dengan berbagai aktivitas mengurus keluarga, saya sering mengalami kesulitan untuk mengembangkan potensi diri. Jangankan untuk belajar atau kursus, untuk membaca buku saja saya harus mencuri waktu.

Hal yang sama mungkin sering dialami oleh perempuan lain di negeri ini. Tempat tinggal terpencil hingga sulit datang ke tempat kursus, kesibukan yang tidak berhenti bahkan faktor ekonomi sering menjadi penghambat perempuan untuk mengembangkan diri.

Padahal sangat penting bagi perempuan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya. Hal ini berkaitan dengan penghargaan terhadap diri. Perempuan terampil akan lebih merasa berharga dan berdaya.

Perempuan yang memiliki harga diri yang tinggi juga cenderung lebih efektif dalam mengatasi permasalahan dan akurat dalam mengambil keputusan.

Dengan kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan, perempuan lebih bahagia dan tentu saja akan lebih efektif menjalani perannya.

Sebuah penelitian di Chicago bahkan menyebutkan, perempuan yang menjalani peran ganda atau memiliki kesibukan lain selain menjadi ibu rumah tangga, cenderung lebih bahagia dan puas akan kehidupan rumah tangganya.

Komunitas sebagai wadah bagi ibu untuk belajar dan aktualisasi diri

Dengan keberadaan komunitas seperti IIDN, para perempuan, khususnya para ibu, menjadi terbantu untuk lebih mengasah keterampilannya. Tidak perlu repot datang ke kelas. Dengan kemajuan teknologi yang ada, seorang ibu dapat mempelajari hal baru hanya bermodalkan ponsel pintar.

Komunitas juga mendorong anggotanya untuk terus berkembang dengan memberikan kelas-kelas online gratis dari anggota untuk anggota. Kemudahan ini tentu saja akan sangat menguntungkan karena ilmu dapat diakses oleh siapa saja dalam komunitas tersebut.

Komunitas juga berfungsi untuk memberikan penguatan bagi para anggotanya melalui dorongan dan stimulus agar setiap anggota aktif berpartisipasi. Dengan setiap anggota yang saling aktif mendukung, jejaring pun terbentuk.

Tak jarang, hal ini juga membantu para anggota untuk mendapat penghasilan tambahan bahkan prestasi. Bergabung dengan komunitas membuka peluang ibu untuk mengembangkan potensi di dalam dirinya tanpa harus meninggalkan perannya sebagai ibu rumah tangga.

Maka tidak ada lagi alasan bagi para ibu merasa kurang waktu untuk belajar. Dengan memanfaatkan keberadaan komunitas, ibu dapat belajar dan mengembangkan diri serta tetap menjalankan peran utama dengan sebaik-baiknya.

Dengan potensi yang terasah, ibu pun akan merasa lebih berdaya dan ibu yang berdaya akan lebih bahagia menjalani perannya.


Sumber: Pujiastuti, Erni & Retnowati, Sofia. 2004. Kepuasan Pernikahan dengan Depresi pada Kelompok Wanita Menikah yang Bekerja dan Tidak Bekerja. Indonesian Psychologycal Journal (Universitas Gadjah Mada) Vol. 1 No. 2. Pg 1-9

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah Aditya Jaya Iswara

Keuntungan Menjadi Perempuan Penulis dan Berkomunitas Sebelummnya

Keuntungan Menjadi Perempuan Penulis dan Berkomunitas

3 Tahun Beruntun, Garuda Indonesia Jadi Merek Nasional Terbaik Selanjutnya

3 Tahun Beruntun, Garuda Indonesia Jadi Merek Nasional Terbaik

2 Komentar

  • Dyah Sugesti

    Benar sekali mbak.. perempuan memang harus mengembangkan potensi yang dimiliki, dalam hal ini kehadiran komunitas punya peran yang sangat penting

  • Noer Ima Kaltsum

    Beruntung sebagai perempuan bisa menulis dan bergabung pada komunitas yang tepat, yaitu Ibu-ibu Doyan Nulis.

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.