Mengembangkan Kemampuan Menulis dengan Berkomunitas

Mengembangkan Kemampuan Menulis dengan Berkomunitas

© Pixabay

Perempuan dikenal dengan sifat lemah lembut, penuh kasih sayang, dan kepekaannya. Tuhan telah menciptakan perempuan dengan begitu istimewa. Di balik penampilan serta pembawaannya yang lembut nyatanya tersimpan kekuatan yang luar biasa.

Bukan rahasia, jika kaum perempuan memiliki kesabaran dan ketangguhan yang menakjubkan dalam menghadapi permasalahan hidup. Sosok perempuan yang lemah lembut mampu menjelma menjadi seorang super woman, demi memastikan kebahagiaan orang-orang tersayang.

Melipat hasrat, melempit mimpi, bukan persoalan selama senyum bahagia dapat terukir di wajah mereka yang tercinta. Namun sebuah perjuangan adakalanya membuahkan lelah dan luka. Inilah saat ketika healing therapy dibutuhkan, dan setiap orang memiliki caranya sendiri.

Menulis adalah salah satu cara berekspresi sekaligus healing therapy yang terbukti efektif bagi banyak orang. Menulis sebagai bagian dari literasi tentu saja tak terlepas dari kegiatan membaca. Namun dalam literasi bukan sebatas menggunakan mata, tangan, dan kepala saja untuk membaca dan berpikir.

Literasi perlu melibatkan kepekaan hati dan ketajaman nurani, beserta seluruh indera untuk mampu membaca yang terjadi di sekitar kita, dan menuangkan dalam rangkaian aksara untuk menyampaikan pesannya kepada dunia, karena tulisan dari hati akan sampai ke hati.

Bagi perempuan dengan anugerah sifat lembut serta kepekaannya, rasanya sangat tepat jika memilih literasi sebagai cara berkekspresi.

Namun tidak sedikit yang mengatakan bahwa mereka tak memiliki bakat dalam menulis, sehingga enggan untuk menekuni. Padahal kemampuan menulis bukan hanya persoalan bakat, siapapun bisa menulis, karena menulis adalah keahlian yang dapat diciptakan dengan sebuah konsistensi.

Atau bagi mereka yang pernah menekuni aktivitas menulis, adakalanya kesibukan sering menjadi alasan pada masa tidak produktif menulis, terutama biasanya saat sudah menyandang status emak.

Di mana tugas domestik rasanya begitu menyita waktu sepanjang hari. Sesungguhnya masalah seperti ini bisa disiasati dengan manajemen waktu yang lebih baik dan berkomunitas.

Pada masa sekarang ini, begitu mudahnya menemukan wadah untuk mengembangkan bakat dan minat kita pada suatu bidang, termasuk kepenulisan.

Pesatnya kemajuan teknologi memberi kemudahan bagi orang-orang dengan kesamaan minat untuk berinteraksi, saling bertukar informasi, dan berbagi ilmu dalam sebuah komunitas tanpa harus bertatap muka, baik yang berbayar maupun gratis.

Apa saja sebenarnya manfaat bergabung dalam komunitas menulis? Berikut saya paparkan beberapa diantaranya:

Menambah ilmu dan wawasan

Bergabung dalam sebuah komunitas dapat menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan ilmu baru seputar perkembangan dunia kepenulisan, selain belajar dari pengalaman teman maupun mentor dalam komunitas tersebut. Sebab setiap orang tentu akan memiliki pengalaman yang berbeda dalam perjalanan literasinya.

Meluaskan Jejaring

Secara otomatis dengan bergabung dalam sebuah komunitas, maka akan menambah jumlah teman dan relasi dalam dunia kepenulisan, yang dapat menjadi jalan terbukanya peluang baru dalam dunia literasi.

Menguatkan semangat dan menjaga konsistensi menulis

Melakukan kegiatan bersama-sama dengan teman yang memiliki kesamaan minat tentu sangat menyenangkan dan dapat menumbuhkan semangat lebih. Selain itu,biasanya dalam suatu komunitas ada aturan yang telah disepakati bersama yang dapat membantu menjaga konsistensi kita.

Mendapat inspirasi

Setiap orang tentu memiliki ciri khas dalam gaya penulisannya. Semakin banyak kita mengenal tipe dan gaya menulis maka akan semakin membuka wawasan sekaligus menjadi inspirasi bagi kita.

Wadah untuk mengenali potensi diri dan menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat

Program-program dalam komunitas seperti bedah tulisan, challenge menulis, blog walking, sharing materi kepenulisan, dll, dapat menjadi acuan untuk mengukur kualitas tulisan kita. Dari sini kita dapat mengetahui mana yang perlu diperbaiki dan mana yang harus dikembangkan untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

Saling menguatkan

Apapun kegiatan yang dijalani, pada satu titik akan menemui kejenuhan. Berkumpul bersama orang-orang yang memiliki kesamaan visi dan misi dapat saling menguatkan dan mengingatkan, sehingga kejenuhan tidak sampai melenakan, agar dapat kembali semangat berkarya.

Personal Branding

Bergabung dan aktif dalam komunitas juga menjadi salah satu cara membangun personal branding yang dapat meningkatkan kredibilitas kita.

Membuka jalan rejeki

Seperti kita tahu, bahwa kemampuan menulis jika ditekuni serius dapat menjadi sumber penghasilan. Dalam sebuah komunitas, para member biasanya saling berbagi informasi job, lomba, dan peluang-peluang lainnya. Ini adalah salah satu contoh nyata silaturahmi membuka pintu rejeki.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang67%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

"Selamat Jalan, Bunga Bangsa" Sebelummnya

"Selamat Jalan, Bunga Bangsa"

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019

Ane Fariz
@anefariz

Ane Fariz

https://www.anefariz.com

Hanya seseorang yang sedang belajar menulis

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.