"Selamat Jalan, Bunga Bangsa"

"Selamat Jalan, Bunga Bangsa"

Ibu Ani Yudhoyono © Kontenberita.co.id

Hari ini, kabar duka menyelimuti tanah air. Ibu Ani Yudhoyono yang sudah 3 bulan lebih dirawat di National University Hospital Singapura karena mengidap kanker darah, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dan menghadap sang Khalik di usia 66 tahun.

Dari foto-foto di akun pribadi bu Ani maupun keluarganya, terlihat perkembangan beliau dari waktu ke waktu semasa dalam perawatan di Singapura. Suatu ketika, beliau pernah menulis status di akun Instagramnya mengungkapkan betapa terkejutnya beliau atas vonis kanker darah yang dideritanya. Dalam status tersebut, Bu Ani mengaku, hasil diagnosis dirinya mengidap kanker darah sangat mengejutkan lantaran tak ada riwayat penyakit serupa dalam keluarganya.

Lihat postingan ini di Instagram

Menderita sakit, pasti pernah dialami oleh setiap orang, termasuk saya. Wajar saja.. Namun ketika dokter di Singapura menyatakan saya terkena Blood Cancer, rasanya seperti palu godam menimpa saya. Kaget, tak menyangka sama sekali. Rasanya tak ada riwayat dalam keluarga yang pernah terkena penyakit itu. Setelah hati saya, Bapak dan keluarga bisa mulai meresapi dan menerimanya, sadarlah saya bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menguji siapa saja hambanya yang dikehendaki. Kali ini saya yang dipilih. Alhamdulillah, baik dokter Singapura maupun Indonesia, berusaha memberikan yang terbaik untuk saya. Setiap hari saya mencatat pengobatan apa saja yang harus saya jalani, obat, suntikan kemo, transfusi darah dll. Saya jalani dengan tabah, tegar, penuh disiplin. Karena pengobatan itu, saya harus ketat, sementara “diisolasi” untuk menghindari penyakit lain masuk. I can fight this Cancer. With strong supports from everyone in Indonesia and in the world. Thank you very much for your love and care, dear my husband and family. Bismillahirrahmanirrahim I can do this! ?????? Photo by @ruby_26

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ani Yudhoyono (@aniyudhoyono) pada

Tentu kita tak bisa membayangkan bagaimana perasaan mantan ibu negara yang menyukai cabe rawit ini mendengar kabar tersebut. Dalam posting-posting selanjutnya, terlihat ibu Ani mulai bisa menerima kondisi tersebut dengan tabah.

Ibu Ani Yudhoyono memiliki nama asli Kristiani Herrawati, lahir di Yogyakarta, 6 Juli 1952. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara pasangan Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (alm) dan Sunarti Sri Hadiyah.

Sarwo Edhie merupakan seorang panglima RPKAD atau saat ini disebut Kopassus. Sarwo Edhie memiliki peran besar dalam menumpas pemberontakan G30S pada 30 September 1965. Pasukan tentara dibawah komando Sarwo Edhie sukses mengambil alih Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma dari kekuasaaan sekelompok orang yang hendak melakukan perlawanan terhadap Indonesia.

Percintaan SBY dan Ani awalnya sempat ditentang oleh Raden Soekotjo, ayahanda SBY. Soekotjo yang merupakan mantan Danramil itu merasa tidak sepadan dengan Ani yang merupakan putri seorang jenderal dari keluarga orang berada. Ternyata, ayah ibu Ani tidak mempermasalahkan hubungan mereka. Dan jadinya Susilo Bambang Yudhoyoni dan Kristiani Herrawati menikah pada 1975.

Dari pernikahannya, Ani dan SBY dikaruniai dua orang putera yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Bu Ani banyak diketahui hobi fotografi. Sejumlah hasil potretannya pun ia abadikan dan dibagikan melalui akun media sosial miliknya. Selain itu, Bu Ani juga belum lama ini meluncurkan sebuah buku berjudul ‘Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati’. Buku setebal 539 halaman ini banyak menceritakan perjuangannya menjadi Ibu Negara mendampingi SBY yang menjadi presiden selama dua periode.

Selamat jalan, bunga bangsa

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih58%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Berkomunitas Membuka Jalan Kesuksesan? Bisa Jadi! Sebelummnya

Berkomunitas Membuka Jalan Kesuksesan? Bisa Jadi!

Inilah 6 Tokoh yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional 2019 Selanjutnya

Inilah 6 Tokoh yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional 2019

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.