Seperti Ini Muslim di Bali Merayakan 10 Hari Terakhir Puasa

Seperti Ini Muslim di Bali Merayakan 10 Hari Terakhir Puasa
info gambar utama

Ada tradisi tahunan di kampung Muslim Kepaon di Denpasar, Bali, untuk melakukan Megibung (makan bersama dari satu nampan raksasa) untuk berbuka puasa.

Para muslim bersiap untuk melakukan Megibung | Foto: Zul Trio Anggono / Jakarta Post
info gambar

Tradisi ini dilakukan oleh umat Islam dalam 10 hari terakhir Ramadhan di Masjid Muhajirin di daerah tersebut.

Proses mengaji 30 jus Alquran | Foto: Zul Trio Anggono / Jakarta Post
info gambar

Megibung dilakukan setelah orang selesai membaca 30 jus Alquran.

“Tradisi ini telah ada sejak pembentukan kampung Kepaon dan para tetua selalu melakukan tradisi ini setiap tahun,” kata Padani, salah satu penyelenggara.

Hidangan yang disajikan saat Megibung | Foto: Zul Trio Anggono / Jakarta Post
info gambar

Megibung dilakukan setelah sholat Maghrib. Selama Megibung, setiap kelompok yang terdiri dari enam hingga tujuh orang menghadapi nampan raksasa berisi nasi dan lauk pauk.

Seorang warga menyiapkan urap untuk Megibung | Foto: Zul Trio Anggono / Jakarta Post
info gambar

“Terserah orang untuk memasak apa saja. Bisa berupa daging sapi, ayam, ikan, telur, atau hal-hal lain, tetapi harus ada urap karena itu hidangan khas Kepaon,” kata Padani.

Masyarakat menikmatihidangan Megibung | Foto: Zul Trio Anggono / Jakarta Post
info gambar

Dia menjelaskan bahwa Megibung dimaksudkan untuk memperkuat ikatan antara orang-orang, baik Muslim dan Hindu, di wilayah Kepaon.


Catatan kaki: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini