Namamu Abadi Bersama Kupu-kupu Asli Indonesia

Namamu Abadi Bersama Kupu-kupu Asli Indonesia

Ani Yudhoyono (1952-2019) Sumber: RMOLJakarta

Ibu Negara Ani Yudhoyono telah tiada, Sabtu [1 Juni 2019]. Namun, pemilik nama lengkap Kristiani Herawati ini akan selalu dikenang. Namanya abadi dalam spesies kupu-kupu yang ditemukan di Pegunungan Foya, Papua, oleh Bruder Henk van Mastrigt pada 2005 silam.

Delias kristianiae adalah jenis kupu-kupu langka yang namanya diambil dari Istri Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono [SBY]. Spesies dari keluarga Pieridae ini diperoleh pada Ekspedisi Foja pada 9 November hingga 9 Desember 2005. Setahun berselang, temuan tersebut dipublikasikan.

Delias kristianiae | bukalapak.com
Caption

Delias kristianiae diberikan saat Presiden meresmikan Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali, pada Selasa, 13 Januari 2007. Sebagai bentuk dedikasi Ibu Ani yang peduli keanekaragaman hayati Indonesia. Pada kesempatan itu, Presiden menandatangani sampul prangko seri pertama kupu-kupu Delias kristianiae. Sementara Ibu Ani, menyerahkan spesimen kupu-kupu tersebut ke Puslitbang Biologi LIPI, Cibinong, sebagaimana dikutip dari situs LIPI [Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia].

Delias Kristianiae ukurannya sebesar telapak tangan dengan rentang masing-masing sayap sekitar 4,5 sentimeter. Hal menarik dari kupu-kupu ini adalah corak pada kedua sisinya. Bagian bawah hitam-putih sedangkan atasnya hitam-coklat dengan sedikit warna kuning.

Buku

Kepedulian Ani Yudhoyono terhadap lingkungan ditunjukkan dalam buku bertitel “3500 Plant Species of Botanic Gardens of Indonesia”. Mengutip akun resmi Facebook LIPI, buku yang diluncurkan 2013 di Istana Kepresidenan Cipanas, itu bertepatan dengan ulang tahun Ani ke-61.

Buku “3500 Plant Species of Botanic Gardens of Indonesia” memuat sejumlah foto Ani Yudhoyono. Foto: LIPI
Caption

Buku setebal 1.216 halaman tersebut menggambarkan 3.500 jenis tumbuhan koleksi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali. Seluruh kebun raya itu dibawah naungan LIPI.

Buku elegan dengan tampilan sejumlah foto karya Deniek G. Sukarya [Ketua Tim Penyusun] ini, semakin istimewa dengan hadirnya beberapa foto hasil jepretan Ani. Sekaligus, pemberi ide orisinil hadirnya buku informatif itu.

Selamat Jalan Ibu Ani Yudhoyono [1952-2019]

-==

Artikel ini adalah republish dari Mongabay.co.id, atas kerjasama GNFI dengan Mongabay Indonesia

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jalan Ikonik Jogja Ini Bersiap Menjadi Kawasan Bebas Motor dan Mobil Sebelummnya

Jalan Ikonik Jogja Ini Bersiap Menjadi Kawasan Bebas Motor dan Mobil

Nusantara Innovation Forum: Diinisiasi oleh Diaspora Muda Indonesia, untuk Para Pegiat Riset dan Inovasi Selanjutnya

Nusantara Innovation Forum: Diinisiasi oleh Diaspora Muda Indonesia, untuk Para Pegiat Riset dan Inovasi

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.