[Foto] Begini Keindahan Alam Pulau Weh

[Foto] Begini Keindahan Alam Pulau Weh

Beragam jenis ikan yang ada di perairan Pulau Rubiah © Foto: Ridzki R Sigit

Mendengar nama Sabang, siapa yang tidak kenal? Tempat yang berada di ujung barat Indonesia ini sudah sering kita kenal dari lagu Sabang sampai Merauke. Namun, sejatinya Sabang bukanlah nama sebuah pulau, namun kota yang berada di pulau Weh. Ya, Sabang terletak di Pulau Weh. Sebuah pulau yang dikenal dengan lokasinya yang strtategis dan pemandangan alamnya.

Pulau Weh adalah pulau yang terbentuk secara vulkanik. Tidak heran meski di tepi laut, masih ditemukan batu-batu khas vulkanik yang mudah dijumpai. Hal ini juga berpengaruh kepada kesuburan tanahnya. Sebagian tutupan hutan hijau yang masih utuh dapat dijumpai di bagian barat pulau ini. Saat berkendaraan ke arah satu destinasi ikonik di Pulau Weh, yaitu KM 0 – simbol batas terluar NKRI, pengunjung dapat menjumpai hutan tropis. Seringkali di jalan, sekelompok monyet ekor panjang berada di jalan untuk bersantai.

Terbujur ke arah laut, di antara bentang laut terdapat teluk, dimana di ujung terdalam teluk terletak kota Sabang. Dari atas titik ketinggian pengunjung dapat melihat keindahan teluk ini.

Berada di teluk ini terdapatlah pulau Rubiah, – konon namanya terambil dari nama makam seorang perempuan, Cut Nyak Rubiah yang dimakamkan di pulau ini, terdapatlah terumbu karang yang membuat Pulau Weh menjadi salah satu destinasi bawah laut yang terkenal.

Akses menuju ke Pulau Rubiah adalah dari Pantai Iboih atau yang nama lokalnya “Teupin Layeu”. Hanya memerlukan sekitar 5-10 menit dengan perahu motor dari Iboih menuju ke Pulau Rubiah.

Seekor belut moray bersembunyi di karang. Salah satu pesona bawah laut Pulau Weh. Foto: Ridzki R SIgit
Seekor belut moray bersembunyi di karang. Salah satu pesona bawah laut Pulau Weh. Foto: Ridzki R SIgit

Di Iboih pengunjung pun dapat bermain air di pantai dan menginap di guest house yang ada. Jika anda beruntung, beberapa penginapan berkonsep eco-friendly menyediakan paviliun yang menjorok ke laut. Ketika anda membuka mata di pagi hari, pemandangan laut pun langsung di depan mata anda.

Tujuan utama di Iboih umumnya adalah mereka yang ingin bersnokling maupun beraktivitas selam (scuba diving). Namun juga ada yang hanya untuk menikmati keindahan alam dan mencoba kuliner.

Untuk yang ingin menyelam, anda tidak perlu kuatir, ada beberapa dive operator yang ada disini yang dapat anda kontak. Satu keunggulan wisata selam di Pulau Weh adalah lokasinya yang dekat. Laut di sekitar Pulau Rubiah dan pulau-pulau kecil lain di seputarannya, memiliki keragaman berbagai jenis ikan dan terumbu karang yang indah.

Bahkan jika anda tidak berniat diving, dengan snorkling anda dapat mengamati kecantikan laut dari permukaan laut. Dijamin, anda dapat menjumpai kumpulan ikan (schooling fish) yang berenang di seputaran terumbu karang. Adapun, biaya menyewa peralatan snorkling rata-rata sekitar Rp40.000. Sedangkan biaya satu kali menyelam sekitar Rp400.000 (atau Eur 25 untuk turis asing).

Perairan di seputar Pantai Iboih dan Pulau Rubiah memang diperuntukkan untuk wisata. Kegiatan penangkapan ikan masif dilarang, karena ditakutkan akan merusakkan terumbu karang, yang pada ujungnya akan berdampak pada potensi bawah laut tempat ini. Tak heran perairan bawah air di tempat ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Sumatera.

Titik penyelaman lain yang lebih menantang, – lebih dari 30 meter, berada di bawah KM0 dan pantai barat Pulau Weh. Konon menurut seorang diversetempat, topografi laut di lokasi ini berbentuk curam yang dapat diselami hingga kedalaman 100 meter. Lokasi ini disarankan untuk para diver berlisensi lanjutan karena faktor kesulitan dan resiko penyelaman.

Jangan lupa untuk menjaga etika selama anda berada di lokasi ini. Pengunjung diharapkan tetap berbusana sopan untuk menghormati budaya setempat. Untuk menjaga alam anda pun diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Untuk menuju Pulau Weh, anda dapat menggunakan kapal ro-ro (ferry) atau bisa pula dengan kapal cepat dari Banda Aceh. Dengan kapal cepat dari Pelabuhan Ule-Lhe, Banda Aceh menuju ke Pelabuhan Balohan, Sabang memakan waktu sekitar 45 menit. Sebagai alternatif, selain kapal, menuju ke Sabang juga tersedia penerbangan langsung dari Medan.

Senja di kota Sabang. Foto: Ridzki R Sigit
Senja di kota Sabang. Foto: Ridzki R Sigit

Suasana kota lama Sabang. Bagian kota ini sudah berdiri sejak era kolonial. Foto: Ridzki R Sigit
Suasana kota lama Sabang. Bagian kota ini sudah berdiri sejak era kolonial. Foto: Ridzki R Sigit

Pulau Rubiah, dengan laut bersih yang terbentang di depannya. Foto: Ridzki R Sigit
Pulau Rubiah, dengan laut bersih yang terbentang di depannya. Foto: Ridzki R Sigit

Lansekap Pulau Weh dari ketinggian. Sebagai pulau vulkanis, topografi pulau ini berbukit-bukit. Foto: Ridzki R Sigit
Lansekap Pulau Weh dari ketinggian. Sebagai pulau vulkanis, topografi pulau ini berbukit-bukit. Foto: Ridzki R Sigit


Sumber: Diposting ulang dari Mongabay Indonesia atas kerjasama dengan GNFI

Pilih BanggaBangga64%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pulau Yang tak Berpenghuni, Namun Menawarkan Keindahan Alam yang Memukau Mata Sebelummnya

Pulau Yang tak Berpenghuni, Namun Menawarkan Keindahan Alam yang Memukau Mata

Lagu "Move" Milik Niki Zefanya Dipakai Apple Saat Peluncuran Jam Pintar Barunya Selanjutnya

Lagu "Move" Milik Niki Zefanya Dipakai Apple Saat Peluncuran Jam Pintar Barunya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.