Sepotong Rasa Indonesia di Turki Ketika Lebaran Idul Fitri

Sepotong Rasa Indonesia di Turki Ketika Lebaran Idul Fitri

Masyarakat Indonesia setelah melaksanakan Shalat Idul Fitri di Wisma KBRI Ankara (sumber: Instagram KBRI Ankara)

Lebaran, sebuah momen penting dalam perayaan umat Islam. di Indonesia, euforia hari raya begitu terasa karena banyak orang merayakannya mulai dari takbiran keliling, masak opor ayam dan ketupat hingga melakukan perjalanan ke kampung halaman atau disebut juga dengan mudik.

Suasana lebaran di Indonesia yang kental dengan suka cita, tentu berbeda dengan di luar negeri. Seperti halnya yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia di Turki. meski sama-sama berpenduduk mayoritas muslim, namun perayaan idul fitri lebih meriah di Indonesia.

Beberapa warga negara Indonesia yang kini di Turki pun menuturkan perasaannya merayakan lebaran di Ankara, Turki pada tanggal 3 Juni 2019 lalu.

Dubes Indonesia untuk Turki H.E Lalu MUhammad Iqbal (tengah) berfoto bersama mahasiswa Indonesia (sumber : Dok Pribadi M. Nabil)

Muhammad Danu Winata, mahasiswa S2 jurusan Komunikasi di Kocaeli Universitesi yang rela jauh-jauh datang ke Ankara meluapkan perasaan kangennya merayakan lebaran di Indonesia.

“Lebaran di Turki meski ada KBRI dan KJRI, namun pasti rindu bertatap muka dengan keluarga dan yang jelas suasana lebaran yang kental”, ungkap Danu.

Ia juga menuturkan pandangannya mengenai Indonesia dari perspektif yang ia dapat selama mengenyam pendidikan di Turki.

“Meski konstelasi politik Indonesia yang sempat dan masih memanas kini, saya berpandangan bahwa Indonesia harus menjadi lebih dewasa dalam mengatasi perbedaan, baik perbedaan pandangan politik maupun perbedaan pendapat karena sejatinya Indoneia itu bersatu dalam keberagaman”, tambahnya

Ditempat yang sama Hilmi dari Kastamonu University yang datang naik bis juga bercerita bahwa lebaran di Indonesia memang lebih terasa dan lebih ramai.

“Saya merasa rindu dengan lebaran di Indonesia, karena ketika momen seperti ini dari saudara yang kadang kita tidak kenal karena keluarga besar hingga yang sudah dekat itu ngumpul jadi satu dan disitu rasa persaudaraan semakin terpupuk”. Ujarnya.

Mengenai Indonesia, ia juga merasa bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang tak boleh hilang, seperti kaya akan kebudayaan yang harusnya kita jaga.

Muhammad Nabil W., mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Erciyes University, Kayseri juga datang ke Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara juga merasakan betapa rindunya ia dengan lebaran di Indonesia. menurutnya, selebrasi lebaran idul fitri di Turki tidak semeriah di Indonesia yang mana setelah Shalat Ied, selalu ada momen halal bi halal.

“Saya bela-belain datang kesini (Wisma KBRI-red), karena ingin merasakan suasana lebaran seperti di Indonesia juga bertemu orang-orang Indonesia. Disini juga saya banyak orang-orang tua yang saya anggap orang tua sendiri, karena orang tua saya ada di Indonesia. Setidaknya dengan datang kesini sepotong rasa Indonesia bisa saya rasakan”, terangnya.

Sebagian mahasiswi Indonesia yang menghadiri Shalat Idul Fitri di KBRI Ankara (sumber :Dok. Pribadi Saras Alfiasari)

Sering kita lupa bahwa Indonesia ini kaya akan keberagaman dan potensi untuk maju. Terlepas perbedaan pandangan politik, ketiga mahasiswa Indonesia yang kini sedang berjuang menuntaskan pendidikannya diatas ini merupakan contoh kecil bagaimana mereka merindukan Indonesia. Mereka diatas ini juga sepakat bahwa Indonesia dengan segala keberagaman dan potensinya mampu menjadi negara maju, namun untuk menuju kesana dibutuhkan kita sebagai individu-individu kebanggaan Indonesia.

Sebuah negara tak akan pernah maju jika mengandalkan sikap skeptis, merasa negaranya miskin dan tak akan pernah maju, lebih parah lagi jika kita sebagai masyarakat hanya berpangku tangan dan berharap Indonesia tiba-tiba menjadi negara maju. Justru setiap individu Indonesia lah yang menentukan arah negara ini berjalan.

Masyarakat Indonesia setelah melaksanakan Shalat Idul Fitri di Wisma KBRI Ankara (sumber: Instagram KBRI Ankara)

Acara Shalat Idul Fitri dan halal bi halal yang dilaksanakan di Wisma KBRI Ankara ini dihadiri oleh Dubes Indonesia untuk Turki, H.E Lalu Muhammad Iqbal, Dubes Brunei untuk Turki H.E Mohammad Shafiee bin Haji Kassim, Atase Pertahanan Indoneia untuk Turki Kolonel Inf Sjaiful Thalib, Atase Kepolisian Indonesia untuk Turki Kombes Pol Oktavianus Marthin, Staf KBRI Ankara, masyarakat Indonesia di Turki dan pelajar Indonesia di Turki

.

.

.

*GNFI

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Limbah Pindang Kini Bisa Jadi Pupuk Mikroalga Sebelummnya

Limbah Pindang Kini Bisa Jadi Pupuk Mikroalga

Liburan ke Banten Selatan yuk.. Selanjutnya

Liburan ke Banten Selatan yuk..

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.